Selasa September 30 , 2014

Pokok Anggur Yang Benar

 

Pdp. Daniel Rudianto
Sabtu, 6 April 2013

Dalam Injil Yohanes, Tuhan Yesus memperkenalkan diriNya dengan 7 gambaran  yaitu Akulah roti hidup, Akulah terang dunia, Akulah gembala yang baik, Akulah pintu, Akulah guru dan Tuhan, Akulah jalan kebenaran dan hidup, dan Akulah pokok anggur yang benar. 7 gambaran ini erat kaitannya dengan karya keselamatan Yesus dan apa yang harus kita lakukan setelah kita diselamatkan.

Baca Selanjutnya: Pokok Anggur Yang Benar

 

Kebangkitan Tuhan

 

Pdt. Yusak Tjong
Minggu, 31 Maret 2013

Bacaan: Markus 16:14-20

Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. Markus 16:20

Baca Selanjutnya: Kebangkitan Tuhan

 

Yesus Adalah Manusia Yang Sama Seperti Kita

 

Pdp. Daniel Rudianto
Sabtu, 30 Maret 2013

Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Ibrani 4:15

Baca Selanjutnya: Yesus Adalah Manusia Yang Sama Seperti Kita

   

5 Berkat Salib Kristus

Pdt. Simon Kostoro
Jumat, 29 Maret 2013


Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. 1Korintus 2:2

Rasul Paulus berkata ia tidak mau tahu segala sesuatu, hanya mau tahu Yesus yang disalibkan. Ada apa dengan salib? Salib itu puncak dari segala sesuatu, dalam Perjanjian Lama semua mengarah ke salib dan berkat dalam Perjanjian Baru berasal dari salib. Berkat apa yang dicurahkan dari salib?

1. Yesus dijadikan dosa agar kita yang berdosa dijadikan benar
Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah - 2Kor. 5:21
Yesus tidak bersalah bahkan dosa terkecil sekalipun, semua  orang yang memeriksa Yesus mengatakan Ia tidak bersalah. Herodes dan Pilatus berkata Dia tidak bersalah, bahkan perwira Romawi yang menyalibkan Yesus mengakui bahwa Ia orang benar,  tetapi Ia dieksekusi layaknya seorang penjahat besar! Mengapa? Yesus yang benar dijadikan dosa supaya  kita yang berdosa dijadikan benar.
Kebenaran adalah berkat terbesar. Kebenaran membuat kita dapat berdiri di hadapan Allah tanpa rasa tertuduh/bersalah. Kita bisa leluasa menghadap Allah dan memanggilnya Bapa. Itulah karya salib. Orang yang dihapus dosanya adalah orang yang paling berbahagia (Maz. 32:1-2). Mungkin ada yang datang dengan rasa tertuduh, berdosa besar, tidak tenang. Malam hari ini Tuhan mau menyelesaikan semua, darah Yesus bisa menghapus segala dosa.

2. Yesus alami kutuk supaya kita yang terkutuk mengalami berkat
Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu - Gal. 3:13-14
Hakikat Taurat hanya ada 2 yaitu taat dan melakukan akan mendapat berkat, tidak taat dan tidak melakukan akan mendapat kutuk. Dan tidak ada seorang manusia pun bisa melakukan taurat sehingga semua orang ada di bawah kutuk Taurat dan pilihannya hanya satu yaitu kita ada di bawah murka Allah. Tetapi puji Tuhan, Yesus sudah menanggung kutuk itu. Kematian salib adalah kematian yang sangat terkutuk dan Yesus menanggung itu supaya di dalam Dia, kita menerima berkat Abraham sampai kepada kita. Apa itu berkat Abraham? Berkat Abraham adalah berkat dalam segala hal, rohani dan jasmani  (Kej. 24:1) dan berkat terbesar adalah Roh Kudus. Oleh pengorbanan Yesus di atas kayu salib kita menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu!

3. Yesus alami kehinaan supaya kita yang hina mengalami kemuliaan
Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan - Yes. 53:3
Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya - Kis. 8:33
Peristiwa salib adalah penghinaan yang tiada taranya. Mulai dari Taman Getsemani  Yesus diborgol dan diseret ke hadapan Mahkamah Agama seperti seorang penjahat, Yesus diperlakukan seperti kriminal, Ia ditampar, ditinju, diludahi lalu diserahkan kepada Pilatus. Oleh serdadu Romawi, Yesus diperlakukan secara tidak manusiawi, dan akhirnya Ia disalib dalam keadaan hampir telanjang. Yesus mengalami penghinaan luar biasa supaya kita yang hina mendapat kemuliaan Allah.
Sebab itu kalau di dunia ini kita mencicipi penghinaan, jangan berkecil hati, ingat akan kemuliaan kekal yang akan kita terima nanti. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami – 2Kor. 4:17.

4. Yesus diremukkan supaya kita dipulihkan/ disembuhkan
Dia tertikam oleh karena pemberontakkan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita, ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. ..Tuhan berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan…Yes. 53:5, 10
Seharusnya orang yang akan disalib tidak disiksa karena salib itu sudah merupakan penderitaan luar biasa. Tetapi mengapa Yesus disiksa? Yesus alami siksaan luar biasa, sejak dari taman Getsemani, Ia bergumul sampai peluhnya seperti tetesan darah, lalu tidak tidur sepanjang malam, esoknya Ia disiksa. Yesus disiksa karena Pilatus ingin melepaskan Yesus. Ia berpikir jika Yesus disiksa, mungkin orang Yahudi akan merasa iba lalu melepaskan Yesus. Yesus dicambuk dengan cambuk duri bercabang 3 yang mencabik tubuhnya, 40-1 cambukan. Hukuman yang sangat tidak manusiawi! TubuhNya hancur, bilurNya menganga. Memang Bapa berkehendak meremukkan AnakNya dengan kesakitan. Supaya apa? Supaya oleh bilurNya kita disembuhkan. Betapa besar kasih Bapa kepada kita…

5. Yesus mati supaya kita hidup
Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu - Yoh. 6:53
Darah Yesus harus dicurahkan, Dia Anak Domba Allah harus dikorbankan, disembelih bagi dosa kita semua. Yohanes dalam ilham roh berkata “Lihat Dia Anak Domba Allah yang disembelih bagi dosa dunia.” Ia menjawab pertanyaan Ishak saat Abraham dengan hancur hati membawa Ishak, anaknya yang tunggal dan sangat dikasihinya. Ishak bertanya, “Api, kayu, pisau semua ada, tetapi di mana anak domba yang akan dikorbankan.” Abraham hanya menjawab, “Nanti Tuhan yang akan menyediakan.” Dan inilah Anak Domba itu, yaitu Yesus Kristus, Anak Domba yang tersembelih bagi dosa manusia. Kematian Yesus adalah tonggak sejarah yang tidak boleh kita lupakan karena di salib Yesus mati supaya kita mendapat hidup yang kekal.

Saat ini kita memperingati kematian Yesus. Malam sebelum disalib Ia memecah-mecahkan roti, memberikan kepada muridNya dan berkata, “Makanlah, inilah tubuhKu.” Lalu memberi anggur dan berkata, “Minumlah inilah darahKu.” Bagaimana tubuh dan darah itu bisa tersedia? Yaitu lewat kematianNya. Yesus harus mati, dagingNya harus dipecah-pecahkan, darahNya harus dicurahkan sampai habis agar kita mendapat kehidupan yang kekal. Sebab itu jangan sia-siakan pengorbanan Yesus. Mari datang di bawah salib! Kebenaran, pemulihan, kesembuhan, kehidupan, kemuliaan, semua berkat itu sudah Tuhan sediakan lewat salib. Bukalah hatimu, undang Yesus dan Roh Kudus kembali menjamah kehidupanmu! Selamat Paskah, Tuhan Yesus memberkati! (LL)

 

Membangun Hubungan Dengan Tuhan

 

Ps. Alvin Cheah - Malaysia
Minggu, 24 Maret 2013    

Gereja di masa lampau didominasi oleh kesuksesan sehingga bagi orang Kristen yang terpenting adalah urapan karena urapan mendatangkan mujizat. Tetapi kekristenan yang didasari oleh kesuksesan menimbulkan persaingan. Jika melihat gereja lain lebih diurapi, kita tidak senang. Setiap gereja mau menjadi yang terbaik, tersukses, paling diurapi.

Baca Selanjutnya: Membangun Hubungan Dengan Tuhan

   

Halaman 31 dari 86

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com