Rabu Oktober 01 , 2014

Kuasa Yang Terpendam

 

Minggu, 23 Maret 2014
Pdm. Daniel Rudianto

“sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” 1 Yoh. 4:4b

Setiap orang percaya memiliki Roh Kudus. Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri, yang sama dengan Roh yang ada dalam diri Yesus selama Ia melayani di muka bumi. Ini berarti bahwa Roh yang ada dalam diri kita adalah Roh yang sama dengan Roh yang memberi kuasa kepada Yesus untuk melakukan berbagai mujizat.
Roh Kudus ada dalam diri setiap orang percaya. Pada waktu Allah menciptakan manusia, Allah menghembuskan nafas kepada manusia (Kej. 2:7). Nafas di sini tidak lain adalah Roh Allah sendiri. Saat itu Roh Kudus tinggal menetap dalam diri manusia. Inilah yang membuat Adam dan Hawa bisa berkomunikasi secara langsung dengan Allah. Tapi dalam Kej. 6:3 dikatakan bahwa oleh karena dosa maka Roh Kudus tidak lagi tinggal menetap dalam diri manusia. Sejak itu Roh Kudus hanya hinggap pada orang-orang tertentu jika diperlukan, seperti yang terjadi pada diri para nabi di Perjanjian Lama. Tapi dalam Yoh. 20:22 setelah Yesus menyelesaikan dosa seluruh manusia, maka Roh Kudus kembali mau tinggal menetap dalam diri orang percaya, sampai nanti ada masa di mana Roh Kudus diangkat sebelum kedatangan Yesus yang kedua.

Baca Selanjutnya: Kuasa Yang Terpendam

 

Mata Yang Tertuju Ke Depan

 

Sabtu, 22 Maret 2014
Pdt. Simon Kostoro

“Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka” Amsal 4:25

Firman Allah berkata bahwa tatapan atau pandangan mata kita harus tertuju ke depan supaya perhatian kita tidak terpecah dan tersandung. Lalu mengapa kita harus memandang ke depan? Apa yang ada di depan? Di depan ada Yesus yang memimpin kita dalam iman (Ibr. 12:2). Jadi mata yang tertuju ke depan artinya adalah kita menujukan pandangan kita hanya kepada Yesus, Juruselamat kita.
Mat. 6:22 menjelaskan mengapa pandangan kita penting. Dikatakan bahwa mata adalah pelita tubuh. Sebab itu mata kita harus baik (“haplous” artinya single, fokus, memiliki satu tujuan, satu arah, satu visi). Lawan kata dari single adalah double, artinya pandangan kita mendua, tidak fokus, tidak terarah, dan ini sangat berbahaya baik secara jasmani maupun secara rohani.

Baca Selanjutnya: Mata Yang Tertuju Ke Depan

 

Meraih Jalan Masuk Ke Sorga Dengan Meriah

 

Minggu, 16 Maret 2014
Pdt. Norman Holmes

Hari-hari ini iblis menawarkan untuk mencapai kesuksesan dengan cara berkompromi dengan hal-hal yang salah agar ambisi bisa tercapai dalam waktu singkat. Iblis pun pernah menawarkan jalan pintas kepada Yesus setelah Yesus selesai berpuasa di padang gurun. Salah satu tawarannya adalah Yesus bisa memerintah atas seluruh dunia ini tanpa melalui jalan salib.
Sebenarnya yang terpenting bukanlah bagaimana agar kita bisa sukses selama kita hidup di dunia ini. Tetapi bagaimana agar kita bisa mengakhiri kehidupan ini dengan keberhasilan serta bagaimana agar kita bisa meraih upah yang besar di sorga nanti, sebab masa hidup kita di dunia ini tidak sebanding dengan kekekalan yang akhirnya kita jalani nanti.
Dalam 2 Ptr. 1:10-11 Rasul Petrus mengatakan bahwa jika panggilan dan pilihan kita ini teguh maka pasti jalan kita tidak akan tersandung dan kita berhak untuk masuk dalam Kerajaan Sorga. Dalam satu terjemahan kalimat “memasuki Kerajaan kekal” diterjemahkan sebagai “a very great welcome to heaven”, yang artinya “mendapat sambutan yang luar biasa di sorga”.
Namun tidak semua orang Kristen akan menerima upah yang besar di sorga.  Ada 3 kategori orang Kristen yang ingin masuk ke sorga:

Baca Selanjutnya: Meraih Jalan Masuk Ke Sorga Dengan Meriah

   

Mempersiapkan Generasi Yosua

 

Sabtu, 15 Maret 2014
Pdt. Norman Holmes - Filipina

Dalam Perjanjian Lama ada 2 generasi, yaitu generasi Musa (yang memulai rencana Tuhan dengan membawa umat  Tuhan keluar dari tanah Mesir) dan generasi Yosua (yang menyelesaikan rencana Tuhan dengan memasuki dan menaklukkan Tanah Perjanjian).
Tuhan memiliki rencana yang berbeda dalam tiap zaman bagi umatNya. Firman Tuhan menjelaskan bahwa generasi terakhir akan menyelesaikan penginjilan ke seluruh dunia dan melihat Kristus datang kembali (Mat. 24:14). Generasi ini disebut dengan Generasi Yosua Perjanjian Baru.
Kita bisa mempersiapkan Generasi Yosua dengan cara:
1. Membaharui hati dan pikiran kita sehingga menjadi penuh iman
Dari 12  pengintai hanya Yosua dan Kaleb yang memiliki hati yang penuh iman dan percaya bahwa Tuhan akan menolong mereka menaklukkan Tanah Perjanjian. Akibatnya semua dari generasi Musa selain mereka berdua, dibinasakan oleh Tuhan di padang gurun. Generasi Musa dipelihara oleh Tuhan namun mereka menjadi terlalu nyaman di tengah berkat  Tuhan, sehingga tidak mempersiapkan diri untuk menduduki Tanah Perjanjian. Generasi Musa hanya menyelesaikan setengah dari rencana Allah.

Generasi Musa
Mentalitas budak – belenggu menjadi kenyamanan (Kel. 14:10-12)
Reaktif (kuatir, memperbaiki masalah)
Allah membelah air, Israel melarikan diri
Mati di padang gurun
Gagal menggenapi rencana Allah (Ibr. 3:16 – 4:2)
GenerasiYosua
Mentalitas tentara – kepercayaan dan ketaatan (Bil. 14:6-9)
Proaktif (iman, tujuan kedepan)
Allah membelah air, Israel menyerang!
Menaklukkan Tanah Perjanjian
Penakluk sepenuhnya

Baca Selanjutnya: Mempersiapkan Generasi Yosua

 

Totalitas

 

Minggu, 9 Maret 2014
Pdt. Sutrisno - Berastagi, Sumut

Bacaan : 2 Timotius 2:1-5

Orang yang sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat harusnya memiliki totalitas dalam hidupnya. Hanya mereka yang memiliki totalitas yang akan dipercaya dan dipakai oleh Tuhan. Yesus telah memberikan teladan tentang totalitas bagi kita. Yesus mau lahir ke dunia, menjadi manusia, lahir di kandang domba hidup di tengah keluarga yang sederhana, dan taat kepada kehendak Bapa sampai mati.
Di Getsemani, Yesus berdoa kalau boleh biarlah cawan itu berlalu, artinya sudah cukup bagi Yesus melayani dan memberitakan injil dan tidak perlu mengalami penderitaan sampai mati di kayu salib. Tapi Yesus memilih untuk taat kepada kehendak Bapa, yaitu habis-habisan sampai menyerahkan nyawaNya kepada Bapa, inilah totalitas.  Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita menunjukkan totalitas hidup bagi Tuhan? Atau masih ada banyak yang kita simpan untuk kesenangan kita sendiri?
Banyak orang ke gereja untuk mencari berkat, jika tidak mendapatkan apa yang diinginkannya lantas kecewa. Banyak orang ke gereja mencari kesembuhan, jika tidak mendapat pindah ke gereja lain. Tetapi dalam 2 Timotius 2:1-5 ditunjukkan bahwa orang yang memiliki totalitas kepada Tuhan seharusnya tidak pusing dengan urusan pribadinya, tapi sedemikian rupa berusaha untuk menyenangkan Tuhan.

Baca Selanjutnya: Totalitas

   

Halaman 11 dari 87

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com