Selasa Oktober 21 , 2014

Iman Yang Mengalahkan Dunia

 

Minggu, 6 April 2014
Pdm. Daniel Rudianto

Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah? 1 Yohanes 5:4-5

Kita harus sungguh-sungguh berusaha menambahkan pengetahuan kepada iman kita (2 Ptr. 1:5). FAYH menerjemahkannya: “Tetapi segala anugerah ini diperoleh tidak hanya dengan iman semata-mata. Saudara harus juga berusaha hidup baik. Malah itu pun belum cukup; Saudara harus belajar mengenal Allah lebih baik dan mengetahui kehendak-Nya.”
Maksudnya adalah orang Kristen tidak cukup hanya memiliki iman saja tetapi juga harus memiliki pengetahuan Firman Tuhan yang benar. Hos. 4:6a menulis, “UmatKu binasa karena kurang pengetahuan”. Jadi orang beriman yang kurang pengetahuan tentang Firman akan binasa. Mulailah membaca Alkitab Anda setiap hari!

Baca Selanjutnya: Iman Yang Mengalahkan Dunia

 

Lidah

 

Sabtu, 5 April 2014
Pdt. Simon Kostoro

Bacaan: Yakobus 3:1-12

Pada tanggal 2 September 1966 terjadi kebakaran di kota London yang dinamai “London Great Fire”. Kebakaran ini begitu hebatnya sehingga baru bisa dipadamkan setelah 3 hari dan mengakibatkan 13.200 rumah dan 87 gereja habis terbakar, serta 70.000 orang (7/8 penduduk kota London) kehilangan tempat tinggal. Dan ternyata kebakaran besar ini dimulai dari tempat pemanggangan roti yang kecil milik Thomas Farriner.

Baca Selanjutnya: Lidah

 

Siap Menyambut Kedatangan Tuhan

 

Minggu, 30 Maret 2014
Pdt. Simon Kostoro

Hari kedatangan Tuhan yang kedua sudah semakin dekat. Kedatangan Tuhan yang kedua ini pasti terjadi. Dalam Alkitab ada lebih banyak nubuatan tentang kedatanganNya yang kedua daripada kedatanganNya yang pertama. Kalau yang pertama sudah digenapi maka yang kedua juga pasti digenapi!

Anak Tuhan bisa mengalami ketakutan menghadapi kedatangan Tuhan. Alasan yang pertama adalah karena ia memang tidak siap, kehidupannya masih amburadul. Namun ada alasan yang lain yakni karena ia tidak memiliki pengetahuan yang benar tentang kedatangan Tuhan. Ketakutan ini pada dasarnya tidak sehat! Tuhan tidak ingin kita menyambut kedatanganNya dengan rasa takut, sebab yang kita songsong adalah Bapa kita sendiri.

Baca Selanjutnya: Siap Menyambut Kedatangan Tuhan

   

Israel Sebagai Suatu Peringatan

Sabtu, 29 Maret 2014
Pdm. Daniel Rudianto

“Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan  bagi kita  yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. 1 Korintus 10:11

Kisah perjalanan bangsa Israel dari Mesir menuju Kanaan adalah alat peraga yang dipakai Tuhan bagi kehidupan rohani Gereja Tuhan saat ini, sehingga kita mengerti bagaimana harus menjalani kehidupan menuju Kerajaan Sorga.
Di Mesir (Kel. 5:1-2)
Bangsa Israel diperbudak, diperintahkan untuk bekerja siang malam oleh Firaun (gambaran iblis) dan tidak diijinkan meninggalkan Mesir. Ini menggambarkan orang percaya yang masih duniawi dan diperbudak/terikat oleh dosa-dosa tertentu. Pada kondisi ini seseorang tinggal di zona nyaman tapi rohaninya terbelenggu. Ia disibukkan oleh hal-hal jasmani sehingga tidak punya waktu untuk hal-hal rohani. Kalaupun punya sedikit waktu untuk hal-hal rohani, itu hanya rutinitas atau kegiatan sampingan yang dilakukan supaya tidak tertuduh atau merasa bersalah. Apakah kita termasuk kelompok orang Kristen yang masih tinggal di Mesir?

Baca Selanjutnya: Israel Sebagai Suatu Peringatan

 

Kuasa Yang Terpendam

 

Minggu, 23 Maret 2014
Pdm. Daniel Rudianto

“sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” 1 Yoh. 4:4b

Setiap orang percaya memiliki Roh Kudus. Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri, yang sama dengan Roh yang ada dalam diri Yesus selama Ia melayani di muka bumi. Ini berarti bahwa Roh yang ada dalam diri kita adalah Roh yang sama dengan Roh yang memberi kuasa kepada Yesus untuk melakukan berbagai mujizat.
Roh Kudus ada dalam diri setiap orang percaya. Pada waktu Allah menciptakan manusia, Allah menghembuskan nafas kepada manusia (Kej. 2:7). Nafas di sini tidak lain adalah Roh Allah sendiri. Saat itu Roh Kudus tinggal menetap dalam diri manusia. Inilah yang membuat Adam dan Hawa bisa berkomunikasi secara langsung dengan Allah. Tapi dalam Kej. 6:3 dikatakan bahwa oleh karena dosa maka Roh Kudus tidak lagi tinggal menetap dalam diri manusia. Sejak itu Roh Kudus hanya hinggap pada orang-orang tertentu jika diperlukan, seperti yang terjadi pada diri para nabi di Perjanjian Lama. Tapi dalam Yoh. 20:22 setelah Yesus menyelesaikan dosa seluruh manusia, maka Roh Kudus kembali mau tinggal menetap dalam diri orang percaya, sampai nanti ada masa di mana Roh Kudus diangkat sebelum kedatangan Yesus yang kedua.

Baca Selanjutnya: Kuasa Yang Terpendam

   

Halaman 11 dari 87

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com