Kamis September 18 , 2014

Totalitas

 

Minggu, 9 Maret 2014
Pdt. Sutrisno - Berastagi, Sumut

Bacaan : 2 Timotius 2:1-5

Orang yang sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat harusnya memiliki totalitas dalam hidupnya. Hanya mereka yang memiliki totalitas yang akan dipercaya dan dipakai oleh Tuhan. Yesus telah memberikan teladan tentang totalitas bagi kita. Yesus mau lahir ke dunia, menjadi manusia, lahir di kandang domba hidup di tengah keluarga yang sederhana, dan taat kepada kehendak Bapa sampai mati.
Di Getsemani, Yesus berdoa kalau boleh biarlah cawan itu berlalu, artinya sudah cukup bagi Yesus melayani dan memberitakan injil dan tidak perlu mengalami penderitaan sampai mati di kayu salib. Tapi Yesus memilih untuk taat kepada kehendak Bapa, yaitu habis-habisan sampai menyerahkan nyawaNya kepada Bapa, inilah totalitas.  Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita menunjukkan totalitas hidup bagi Tuhan? Atau masih ada banyak yang kita simpan untuk kesenangan kita sendiri?
Banyak orang ke gereja untuk mencari berkat, jika tidak mendapatkan apa yang diinginkannya lantas kecewa. Banyak orang ke gereja mencari kesembuhan, jika tidak mendapat pindah ke gereja lain. Tetapi dalam 2 Timotius 2:1-5 ditunjukkan bahwa orang yang memiliki totalitas kepada Tuhan seharusnya tidak pusing dengan urusan pribadinya, tapi sedemikian rupa berusaha untuk menyenangkan Tuhan.

Baca Selanjutnya: Totalitas

 

Perjumpaan Dengan Tuhan mengubah Hidup Kita

 

Sabtu, 8 Maret 2014
Pdt. Sutrisno - Berastagi, Sumut

Pada hari-hari ini ada satu permasalahan yang banyak dialami oleh anak-anak Tuhan, yaitu sudah lama menjadi anak Tuhan

tetapi hidupnya tidak mengalami perubahan. Dia mungkin rajin beribadah tapi dalam kehidupannya sehari-hari tidak ada

perubahan.
Padahal dalam firman Tuhan, kita bisa melihat bahwa setiap kali seseorang mengalami perjumpaan dengan Tuhan maka

akan langsung terjadi perubahan dalam dirinya. Ada perubahan baik dalam gaya hidup, pola pikir, maupun visinya.
Contohnya adalah perempuan Samaria. Ia bertemu dan berbincang-bincang dengan Yesus sekitar 1-2 jam, lalu terjadilah

perubahan dalam hidupnya, dari hidup yang tidak benar menjadi benar. Dan perubahan ini akhirnya membawa seisi kota Samaria

Baca Selanjutnya: Perjumpaan Dengan Tuhan mengubah Hidup Kita

 

Allah Itu Ada dan Kita Tidak Perlu Takut

 

Minggu, 2 Maret 2014
Pdt. Dolfie Rantung - Jakarta

Allah itu ada, tidak pernah Ia tidak ada. Ia selalu hadir dalam kehidupan kita. Bahkan nama Yesus, "Imanuel",

mengandung arti "Allah beserta kita". Oleh karena itu kita tidak perlu takut sebab Allah akan memimpin dan menyertai kita.

Allah Itu Ada
Dari Mat. 18:18-19 kita bisa tahu bahwa Tuhan bukan hanya akan hadir apabila jumlah kita banyak, mencapai ratusan

atau ribuan orang, atau waktu ada acara KKR atau ibadah. Memang menurut tradisi Yahudi seorang imam baru akan melayani kalau

jumlah yang dilayani minimal 10 orang. Tapi tradisi itu diubah oleh Yesus. Yesus berkata tidak perlu banyak orang agar Allah

hadir. Cukup 2-3 orang yang berkumpul dalam nama Tuhan, maka Tuhan ada dan bersama-sama dengan kita.
Dalam Yoh. 20:29 tertulis kata "bahagia". Orang-orang yang hidup pada zaman Yesus tentu sangat bahagia bisa melihat

sosok Yesus secara fisik. Bahkan wanita yang sakit pendarahan selama 12 tahun bisa sembuh hanya dengan menyentuh ujung jubah

Yesus. Namun kata "bahagia" ini bukan ditujukan bagi mereka, tetapi justru ditujukan bagi kita, umat Tuhan, yang hidup di

akhir zaman ini, yang memang tidak bisa melihat Tuhan secara fisik namun tetap percaya.
Kita berbahagia karena kita sangat percaya bahwa Allah sanggup menjamin masa depan kita. Ini juga berbicara mengenai

keluarga kecil, yang jumlahnya hanya 2-3 orang. Waktu keluarga itu berdoa, memuji dan menyembah Tuhan maka Tuhan hadir.

Waktu Tuhan hadir maka sesuai janji Firman Tuhan Ia akan memberikan sukacita serta memberkati keluarga itu baik jasmani

maupun rohani. Singa-singa muda akan merana kelaparan namun hidup kita ini dijamin dan dipelihara oleh Tuhan.
Dalam Keluaran 3 diceritakan bahwa waktu Musa sedang menggembalakan domba, ia melihat semak belukar yang

mengeluarkan api namun tidak terbakar. Saat itu Tuhan mengutus Musa untuk membawa orang Israel keluar dari tanah Mesir. Musa

kemudian bertanya siapa nama Allah yang telah mengutusnya dan Allah menyatakan namaNya, yaitu "AKU adalah AKU" (Kel.

3:13-14). Setelah penyataan nama Allah itu Musa menjadi semangat sebab ia tahu bahwa yang mengutusnya adalah Tuhan sendiri.

Nama Allah itu mengandung kuasa yang luar biasa. Dalam Septuaginta (PL yang diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani) nama Allah

ini mengandung arti "Aku adalah Dia yang selalu ada". Ia selalu ada untuk melakukan perkara-perkara yang dahsyat.
Dalam Mzm. 121:3-5 dikatakan bahwa penjaga Israel adalah Allah sendiri, dan Ia tidak pernah tertidur. Kita sebagai

Israel rohani juga merasakan hal yang sama. Mata Tuhan selalu tertuju dan terbuka pada kita. Tuhan memperhatikan hidup kita.

Ia selalu bersama kita sehingga kita selalu terjaga dan terlindungi.

Baca Selanjutnya: Allah Itu Ada dan Kita Tidak Perlu Takut

   

Induk

 

Sabtu, 1 Maret 2014
Pdt. Dolfie Rantung - Jakarta

“Apabila engkau menemui di jalan sarang burung di salah satu pohon atau di tanah dengan anak-anak burung atau telur-telur di dalamnya, dan induknya sedang duduk mendekap anak-anak atau telur-telur itu, maka janganlah engkau mengambil induk itu bersama-sama dengan anak-anaknya. Setidak-tidaknya induk itu haruslah kaulepaskan, tetapi anak-anaknya boleh kauambil. Maksudnya supaya baik keadaanmu dan lanjut umurmu.” Ulangan 22:6-7

Baca Selanjutnya: Induk

 

Menantikan Tuhan

 

Minggu, 23 Februari 2014
Pdt. Simon Kostoro

Janganlah engkau berkata: "Aku akan membalas kejahatan," nantikanlah Tuhan, Ia akan menyelamatkan engkau. Amsal 20:22

Baca Selanjutnya: Menantikan Tuhan

   

Halaman 11 dari 86

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com