Jumat Maret 31 , 2017

Menjadi Orang Benar

Pdt. Enny Setiabudi - Kaliurang
Sabtu, 4 Maret 2017

Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.  Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. (Ibrani 12:1-2)

Baca Selanjutnya: Menjadi Orang Benar

 

Melalui Iman, Menantang Ketidakmungkinan

Pdt. Andrew Tsai - Kaohsiung, Taiwan
Minggu, 26 Februari 2017

Banyak orang diikat oleh perkara dunia. Tetapi Tuhan sudah melepaskan, memimpin dan memberkati sehingga pada hari ini kita boleh ada di tempat ini menyembah dan menerima firman seperti Maria yang duduk di kaki Yesus. Tuhan berkata kepada Maria, apa yang diperolehnya adalah bagian yang terbaik karena ia duduk di kaki Tuhan menerima firman, sehingga ia tahu bagaimana mengasihi Tuhan kita. Sebelum Yesus naik ke salib, Maria membeli minyak narwastu 300 dinar, memecahkan botolnya dan mengurapi Tuhan dengan minyak itu. Yesus berkata sejak saat ini kemana injil diberitakan, perbuatan Maria akan disebut karena ia mengasihi Tuhan dan tepat mengena kepada hati Tuhan. Mari datang dan menyembah Tuhan dan Tuhan pasti memberkati kita sampai melimpah.
Dalam Mrk. 10:51, ketika Bartimeus pengemis buta datang kepada Yesus, Yesus bertanya apa yang kaukehendaki Kuperbuat bagimu? Apapun keadaan kita, Yesus bertanya apa yang kita kehendaki Yesus buat untuk kita.  Setiap keluarga punya masalah sendiri, tetapi puji Tuhan, kita punya Tuhan yang mengasihi setiap kita. Tuhan mengasihi setiap kita karena kita spesial di hadapanNya, tidak ada orang lain yang bisa menggantikan kita. Yesus jawaban setiap kebutuhan kita, ia menyelamatkan kita dengan sempurna (Yoh. 13:1).

Baca Selanjutnya: Melalui Iman, Menantang Ketidakmungkinan

 

Aku Tahu Pada Siapa Ku Percaya

Pdt. Andrew Tsai - Kaohsiung, Taiwan
Sabtu, 25 Februari 2017

Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru.  Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan. (2Tim.1:11-12)
Setiap janji-janji dalam firman Tuhan, Ia mampu untuk menggenapinya. Mengapa kita harus percaya kepada Tuhan? Jika kita ingin berteman dengan seseorang kita harus percaya kepada orang itu. Sebelumnya kita harus mengenal orang itu sebab semakin kita mengenal seseorang maka semakin mengerti siapa dia, dan kita semakin dapat mempercayainya. Seberapa banyak kita mengenal seseorang maka sebanyak itu pula kita mempercayainya. Bagaimanakah pengenalan kita terhadap Tuhan Yesus Kristus? Hal ini sangat penting bagi kita.

Baca Selanjutnya: Aku Tahu Pada Siapa Ku Percaya

   

Mengenal Pikiran dan Perasaan Kristus

Pdt. Priskila - Kasembon
Sabtu, 18 Februari 2017

Ayat Bacaan: Filipi 2:5-11

Memang mustahil untuk dapat memahami pikiran dan perasaan Tuhan. Tetapi itulah uniknya gereja Tuhan, kita dipanggil untuk menjadi anak-anak Allah serta hidup di dalam berkat dan kasih anugerahnya. Kalau ingin mengetahui kerinduan dan kemauan seseorang maka kita harus mendengar doanya. Sebab itu jika kita ingin mengerti pikiran dan perasaan Tuhan Yesus maka kita melihat doa Yesus di dalam Matius 6:9-13. Yesus mengungkapkan perasaan dan pemikiranNya untuk orang-orang yang dikasihiNya, sebagaimana kita seharusnya.

Baca Selanjutnya: Mengenal Pikiran dan Perasaan Kristus

 

Hidup Itu Memilih

Pdt. Simon Kostoro
Minggu, 12 Februari 2017

Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."  Kejadian 2:16-17

Baca Selanjutnya: Hidup Itu Memilih

   

Halaman 2 dari 139

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com