Jumat April 18 , 2014

Tiga Hal Yang Tidak Terbeli

 

Pdt. Simon Kostoro
Minggu, 9 Februari 2014

Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."  Matius 13:44-46

Baca Selanjutnya: Tiga Hal Yang Tidak Terbeli

 

Musuh Besar Dari Kasih

 

Pdm. Daniel Rudianto
Sabtu, 8 Februari 2014

Bacaan: 1 Korintus 13:1-13

Kasih adalah hal yang terbesar, sebab kasih itu menggambarkan Pribadi Allah, Kebesaran Allah dan Keagungan Allah (1 Yoh 4:8). Di dalam kasih juga tergantung seluruh hukum Taurat, artinya saat kita bisa mengamalkan kasih, kita telah melakukan seluruh hukum Taurat (Mat 22:40). Begitu berharganya kasih, sudahkah kita memiliki dan melakukan kasih dalam kehidupan sehari-hari? Atau mungkin kita tahu bahwa kasih begitu luar biasa, tapi kita belum menghargainya?

Baca Selanjutnya: Musuh Besar Dari Kasih

 

Perjalanan Kehidupan Yesus Setelah KelahiranNya di Dunia

 

Pdt. Yusak Tjong
Minggu, 2 Februari 2014

Bacaan: Lukas 2:40,52.

Setelah Yesus lahir di dunia, Alkitab mencatat bahwa Yesus makin bertambah besar, makin dikasihi Allah dan sesama. Inilah juga yang menjadi prinsip bagi pertumbuhan gereja Tuhan, yaitu makin dikasihi Allah dan sesama, serta mampu menunjukkan kasih kepada siapapun.
Bagaimanakah perjalanan/kehidupan Yesus setelah kelahiranNya?

Baca Selanjutnya: Perjalanan Kehidupan Yesus Setelah KelahiranNya di Dunia

   

Kesempatan dan Penyesalan

 

Pdt. Simon Kostoro
Sabtu, 1 Februari 2014


Berbicara tentang kesempatan, ada satu ungkapan yang berkata: "Kesempatan tidak datang kedua kalinya." Ya, hidup ini pada dasarnya adalah sebuah kesempatan yang Tuhan beri dan dalam hidup ini Tuhan juga berikan banyak kesempatan misalnya :
- Kesempatan untuk mengenal Dia
- Kesempatan berkumpul bersama keluarga
- Kesempatan untuk bisa belajar/bekerja
- Kesempatan menjadi seorang ayah/ibu
- Kesempatan untuk melayani Tuhan
- Kesempatan untuk melakukan kebaikan
- Kesempatan untuk bertobat, dan lain-lain.

Baca Selanjutnya: Kesempatan dan Penyesalan

 

Tidak Kecewa dan Tidak Menolak

Pdt. Priskila Sukirjan - Kasembon
Minggu, 26 Januari 2014

Bacaan: Lukas 7:18-23

Yohanes yang sedang berada dalam penjara, ingin meyakinkan apakah ini ujung jalan hidupnya. Menurut yang dia tahu, dia adalah utusan atau suara Tuhan untuk menyediakan jalan bagi Tuhan. Keterbatasan atau kesesakan yang  dialami manusia sering dipakai oleh iblis supaya kita bertanya-tanya dan meragukan kasih Tuhan. Jika tidak mendapat jawaban, kita menjadi kecewa. Yohanes mau supaya ada jawaban, dan ia menyuruh muridnya untuk bertanya kepada Yesus. Yesus menunjukkan kepada murid Yohanes, segala mujizat yang dilakukannya supaya muridnya mengatakan kepada Yohanes. Setelah murid Yohanes pergi, Yesus berkata kepada murid-muridNya, bahwa Yohanes bukan seperti buluh yang mudah diombang-ambingkan. Yohanes adalah seorang yang memiliki pendirian yang kokoh sekalipun harus membayar dengan nyawanya. Yohanes, seorang pemimpin pada masa itu yang disegani banyak orang tetapi harus berakhir dengan kepala yang diletakkan pada nampan dan dipamerkan pada sebuah pesta. Hal ini seakan menjadi akhir yang menyedihkan dan membuat kecewa. Seringkali iblis ingin menabur kekecewaan dalam setiap kehidupan orang percaya supaya kita menolak Tuhan sehingga yang ada hanya persungutan, menyalahkan, kemarahan, penghakiman. Kita menjadi orang yang tidak pernah mengucap syukur.
Di tengah berita Kristus yang spektakuler, orang mati dibangkitkan, buta melihat, tuli mendengar, justru orang yang utama dalam misi Allah harus meringkuk di penjara, ini merupakan suatu hal yang sangat berlawanan. Yohanes merasa ada ketidak adilan dan tidak diperhatikan, tetapi ia tidak mau tenggelam dalam perasaannya. Dia ingin memulihkan imannya dan bangkit. Kegagalan tidak harus membuat kita kehilangan harapan, kekecewaan bukan berarti membuat kita patah semangat. Justru kekecewaan yang kita alami, menjadi sebuah sarana membuktikan siapakah kita,  seberapa besarkah kasih dan komitmen kita kepada Tuhan.

Baca Selanjutnya: Tidak Kecewa dan Tidak Menolak

   

Halaman 2 dari 75

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com