Rabu Juli 23 , 2014

Kuasa Allah Dalam Setiap Pribadi

 

Pdt. Yusak Tjong
Sabtu, 28 Juni 2014

“Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut,tetapi daging lemah.” Matius 26:41

Yesus dalam kebersamaanNya yang terakhir bersama murid-murid di Getsemani mengingatkan mereka untuk selalu berdoa dan berjaga-jaga. Roh manusia penurut tapi daging lemah. Manusia diibaratkan seperti debu (Kej. 2:7; 3:19), seperti ulat (Mzm. 22:7), seperti uap (Yak. 4:14), seperti rumput (1 Ptr. 1:24), seperti bejana (Yer. 18) dan seperti ranting (Yoh. 15:5).

Baca Selanjutnya: Kuasa Allah Dalam Setiap Pribadi

 

Menghadirkan Tuhan

 

Pdt. Hardi R. Halim - Takalar, Makasar
Minggu, 22 Juni 2014

“Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagiKu seorang yang akan memerintah Israel yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala” Mikha 5:1

Baca Selanjutnya: Menghadirkan Tuhan

 

Nama Tuhan Yesus Kristus

 

Pdt. Hardi R. Halim - Takalar, Makasar
Sabtu, 21 Juni 2014

Tetapi Aku bertindak karena nama-Ku, supaya itu jangan dinajiskan di hadapan bengsa-bangsa, yang melihat sendiri waktu Aku membawa mereka ke luar. Yehezkiel 20:14

Baca Selanjutnya: Nama Tuhan Yesus Kristus

   

Unity (Kesatuan)

 

Pst. Charles Philip - USA
Minggu, 15 Juni 2014

“Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera” Efesus 4:3

Kesatuan itu sama seperti sebuah orchestra, di situ para pemusik dan penyanyi akan bersatu menjalin keharmonisan yang indah. Kerinduan Tuhan yang menjadi seruan di seluruh dunia adalah tubuh Kristus (gereja) bisa bersatu. Kedamaian tercipta saat tubuh Kristus memiliki kesadaran sebagai satu tubuh, perlu menjalin kesatuan Roh, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan dan satu Allah (Efe. 4:3-6).

Baca Selanjutnya: Unity (Kesatuan)

 

Sehati Menjadi Rumah Doa

 

Pst. Charles Philip - USA
Sabtu, 14 Juni 2014

Dalam Yes. 56:7 dikatakan, “mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.” Ayat ini menyatakan kerinduan Tuhan agar gereja-Nya menjadi rumah doa bagi segala bangsa. Namun seringkali karena beratnya permasalahan hidup, kita tidak dapat lagi memahami maksud Tuhan dalam hidup kita.

Baca Selanjutnya: Sehati Menjadi Rumah Doa

   

Halaman 2 dari 83

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com