Selasa September 01 , 2015

Pribadi

 

Pdt. Yusak Tjong
Minggu, 27 Januari 2013

Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa." Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku." Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." Matius 26:36-41

Baca Selanjutnya: Pribadi

 

Hati Sebagai Hamba

 

Pdp. Daniel Rudianto
Sabtu, 26 Januari 2013

Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Markus 10:43-44

Baca Selanjutnya: Hati Sebagai Hamba

 

Dampak Dari Kuasa Roh Kudus

 

Pdt. Eny Setiabudi - Kaliurang, Yogyakarta
Minggu, 20 Januari 2013

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. Kisah Para Rasul 1:8

Baca Selanjutnya: Dampak Dari Kuasa Roh Kudus

   

Membangun Pondasi

 

Pdt. Eny Setiabudi - Kaliurang, Yogyakarta
Sabtu, 19 Januari 2013

Bacaan: Matius 7:24-27

Kita sebagai umat Allah diumpamakan seperti sebuah bangunan, dan salah satu bagian terpenting di dalam bangunan itu adalah fondasi. Sebuah rumah harus ada fondasinya, semakin tinggi rumah atau bangunan maka fondasinya juga harus semakin kuat. Kita sebagai anak-anak Tuhan diingatkan supaya bangunan rohani yang kita bina tidak roboh, dan hal ini tergantung dari fondasinya. Fondasi kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan sangatlah penting. Sebesar dan sebagus apapun sebuah bangunan, jika tidak kuat maka ketika hujan dan banjir datang maka robohlah rumah itu. Dalam mengiring kepada Tuhan, ada yang setia datang, ada yang datang hanya pada saat natal atau hanya pada waktu tertentu. Mengapa terjadi demikian? Kita harus melihat bagaimana fondasi kekristenan kita, apakah fondasi kita kuat sehingga tetap bisa berdiri ketika gelombang menerjang, tetapi jika tidak kuat maka saat badai pencobaan datang maka robohlah rumah rohani kita.

Baca Selanjutnya: Membangun Pondasi

 

Pergunakanlah Waktu Yang Ada

 

Pdp. Daniel Rudianto
Minggu, 13 Januari 2013

Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Efesus 5:15-16

Baca Selanjutnya: Pergunakanlah Waktu Yang Ada

   

Halaman 55 dari 106

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com