Senin November 24 , 2014

Rahasia Kemenangan Yosua

 

Pdt. Simon Kostoro
Sabtu, 20 April 2013

karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. 2Korintus 10:4

Yosua menghadapi tugas yang berat yaitu membawa bangsa Israel untuk masuk ke tanah Kanaan. Yosua bukanlah orang yang luar biasa, dia adalah orang biasa sama seperti kita namun ia bisa berhasil. Di mana letak rahasianya?

Rahasia kemenangan Yosua:

1. Mengenali dan mengakui Tuhan sebagai pemimpin (Yos. 5:13-15)
Ini adalah langkah penting bagi seseorang sebelum menghadapi peperangan yaitu kita bertemu lebih dahulu dengan Tuhan sebab Tuhanlah panglima kita. Tuhan adalah panglima yang memimpin dan berjalan di depan kita. Yosua mungkin saat itu dalam hatinya ada ketakutan atau keraguan sebab dari jauh dia melihat bagaimana hebat dan kuatnya benteng Yerikho, namun pada saat itu Tuhan datang pada Yosua dan Yosua sujud menyembah kepada Tuhan. Yosua mau mengakui Tuhan sebagai pemimpin yang membawa kepada kemenangan (Ibr. 2:10). Ini adalah langkah awal kemenangan Yosua yaitu dia mengakui Tuhan sebagai pemimpinnya.

2. Memakai cara Tuhan (Yos. 6:2-4)
Untuk menang Yosua harus memakai cara Allah yang tidak lazim. Yosua dan bangsa Israel harus mengitari kota Yerikho 1 kali sehari selama 6 hari berturut-turut dan pada hari ke 7 mereka harus mengitari selama 7 kali. Tidak seperti cara yang biasa digunakan untuk berperang dengan menyiapkan senjata dan pasukan, namun Allah menggunakan cara yang lain. Di sinilah sering kali letak kesalahan kita, kita mengakui Tuhan sebagai pemimpin kita namun ketika kita menghadapi peperangan kita lebih suka memakai cara kita sendiri, kita memakai hikmat manusia bukan hikmat Tuhan (Yak. 3:17). Kalau kita sudah mengakui Tuhan sebagai pemimpin kita maka kita juga mau mengikuti caraNya Tuhan, sebab cara Tuhan adalah cara yang paling efektif.

3. Menjaga perkataan (Yos. 6:10)
Hal ketiga dari kunci kemenangan Yosua adalah ketika mengelilingi tembok Yerikho mereka harus diam. Sering kali kita lupa untuk menjaga mulut lidah kita, seringkali kita mengeluarkan kata-kata yang negatif, kritik, gosip yang membuat iman kita dan orang lain lemah. Setiap perkataan kita di untut pertanggungjawabannya oleh Tuhan, karena itu kita tidak bisa seenaknya mengeluarkan kata-kata (Mat. 12:36). Yosua masih ingat bagaimana kegagalan yang mereka alami 40 tahun yang lalu karena perkataan 10 orang pengintai yang melemahkan iman bangsa Israel. Karena itu dalam menghadapi peperangan rohani sangat penting untuk kita menjaga perkataan kita.

4. Yosua bertekun sampai akhir
Meskipun sudah mengawali dengan benar dan taat namun Yosua harus bertekun sampai akhir untuk menang. Sama seperti Naaman harus mandi 7x di sungai Yordan. Yosua bertekun memutari tembok itu selama 7 hari, terutama pada hari ke-7 mereka harus memutari tembok itu selama 7x , angka 7 berbicara tentang kesempurnaan, tuntas, sampai selesai. Yosua bertekun sampai akhir dan mereka pun melihat mujizat, tembok itu roboh! Tuhan bisa melakukan apa yang tidak pernah kita pikirkan!

5. Sorak sorai kemenangan (Yos. 6:16,20)
Sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring maka runtuhlah tembok itu! Ada waktunya untuk berdiam namun juga ada waktunya untuk bersorak sorai. Sering kali kita tidak menyadari betapa hebatnya sorakan orang percaya. Sorak sorai adalah ekspresi ibadah dan sorak sorai itu mengangkat iman kita dan itu merobohkan benteng-benteng, dan melepaskan segala belenggu (Mzm 14:7. 30:6. 95:1. 89:16)

Mungkin saat ini anda sedang menghadapi masalah yang sangat besar, seperti tembok Yerikho yang sangat besar itu namun bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Dia yang sudah menolong Yosua, Dia juga yang akan memberi kemenangan kepada kita, asalkan kita mengundang Dia untuk menjadi Pemimpin kita, tidak mengandalkan hikmat manusia tetapi hikmat Tuhan, menjaga perkataan kita, bertekun sampai akhir dan akhirnya bersorak sorai di dalam Tuhan, maka segala tembok masalah saudara pasti akan runtuh! (ME)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com