Sabtu Oktober 25 , 2014

Be Ready, HE is coming! - Pelajaran Kitab Wahyu (43)

 

Why 4:8)  Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

- Kita sedang mempelajari tentang ke-empat mahluk yang ada di tahta Allah. Sekali lagi kita sedang berhadapan dengan bahasa lambang yang sangat “kental” di sini. Sebab tidak ada seorangpun yang bisa memahami apa yang dilihat oleh Yohanes pada waktu itu. Dan kita (GPdI) menafsir bahwa ke-empat mahluk ini ialah empat manusia yang telah diangkat naik ke sorga, yakni Henokh, Musa, Elia dan Yesus sendiri. Dan sekali lagi ini bukan suatu dogma tetapi suatu penafsiran. Siapakah mereka itu sebenarnya? Itu adalah rahasia Allah yang kita tidak dapat mengerti sekarang (Ul.29:29). Kita akan mengerti hal itu nanti di kekekalan…

- “Keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam” – Sayap berbicara tentang kuasa Roh Kudus yang dapat membawa kita terbang, apakah itu secara rohani (terbang di atas segala rmasalah kehidupan ini. Yes.40:31) ataukah juga secara jasmani (contohnya : nabi Elia dan Filipus. Kis.8:39). Ke-empat manusia itulah yang telah mengalami kuasa ini dan mereka dipindahkan dari bumi ini ke sorga.

Sayap juga berbicara tentang “rentang waktu”, dan hal ini sudah pernah kita bahas ketika kita mempelajari tentang “Nubuat 70 Minggu” di kitab Daniel 9. Di sana ada yang namanya “sayap kekejian” (Dan.9:27) yang berbicara tentang masa dimana bangsa Yahudi tetap mempersembahkan korban binatang walaupun Yesus, Anak Domba Allah, sudah mati di atas kayu salib, dan bagi Allah hal itu adalah suatu kekejian. Nah, di sini kita melihat bahwa ke-empat mahluk itu masing-masing memiliki enam sayap yang berarti 6.000 tahun masa manusia sejak kejatuhan Adam hingga kedatangan Kristus kedua kali. Dan dari 6.000 tahun ini hanya empat orang manusia yang memiliki pengalaman yang khusus yakni berpindah dari bumi ke sorga yaitu Henokh, Musa, Elia dan Yesus sendiri.

- “Di sebelah dalamnya penuh dengan mata” – Sekali lagi “mata” disini berbicara tentang “pengetahuan Ilahi” dan itu sudah kita bahas di pelajaran yang lalu.

- Dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang." – D isini kita melihat salah satu tugas dari ke-empat mahluk ini yakni memimpin penyembahan di sorga dengan seruan yang tidak henti-hentinya siang dan malam. Jadi sorga adalah tempat penyembahan yang tiada hentinya. Sebab itu betapa penting kita belajar dan menyukai penyembahan sejak sekarang ini sebab kelak kita di sorga akan menyembah Allah untuk selama-lamanya. Dan tiga kali kata “kudus” yang dipakai di sini mewakili Allah Tritunggal yakni Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus!

(Why 4:9,10)  Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya, maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya.

- Jelas sekali bahwa ke-empat mahluk itu adalah pemimpin dari kedua puluh empat tua-tua itu dalam penyembahan kepada Allah. Lihat, bila yang di sorga saja menyembah Allah apalagi kita yang ada di bumi. DIA adalah Allah yang kekal, yang layak disembah oleh segala mahluk baik yang ada di bumi maupun yang ada di sorga!

(Why 4:10,11)  Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata: "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."

- “Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu” –Luar biasa, tidak ada yang berbangga diri di hadapan Allah, bahkan kedua puluh empat tua-tua inipun tersungkur di hadapan Allah dan melemparkan segala kemuliaan mereka hanya kepada DIA yang duduk di tahta itu seraya menaikkan pujian kepadaNYA. Hanya DIA lah yang layak menerima segala pengagungan dan kemuliaan. Semuanya berasal dari DIA, oleh DIA dan untuk DIA. Bagi DIA lah kemuliaan sampai selama-lamanya (Roma 11:36). Itulah yang kita lihat dari pemandangan ini.

- "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan." – Memuji Allah buat segala penciptaanNya. Jelas, ini adalah puji-pujian yang diberikan kepada Allah BAPA, Sang Pencipta segala sesuatu. DIA lah Allah yang layak menerima segala pujian dan hormat dan kuasa dari kekal sampai kekal. Amin!!! (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com