Jumat Oktober 31 , 2014

Roh Kudus, Sang Merpati Sorga

 

Pdt. Simon Kostoro
Sabtu, 25 November 2012

Ada satu lambang Roh Kudus yang begitu indah yaitu merpati. Burung merpati ini sering muncul di Alkitab. Di Perjanjian Lama kata merpati (“yonah”) muncul 31 kali dan di Perjanjian Baru (“peristera”) muncul 9 kali. Mengapa merpati dipakai untuk melambangkan Roh Kudus? Karena burung ini memiliki karakter yang indah. Tetapi sebelumnya kita akan melihat beberapa ayat dimana merpati dipakai untuk melambangkan Roh Kudus.

1. Kejadian 1:1-2
Kata “melayang-layang” yang dipakai di sini adalah seperti seekor burung yang melayang-layang. Secara “implicit” kita melihat gambaran burung merpati di ayat ini. Di tengah-tengah kegelapan, kekacauan, ada Roh Allah melayang-layang. Demikian di tengah-tengah situasi yang gelap, yang kacau yang mungkin saudara hadapi saat ini, masih ada Roh Allah yang melayang-layang untuk memulihkan, memberikan terang dan kehidupan bagi saudara.

2. Kejadian 8: 6-12
Dalam kisah nabi Nuh, ketika air bah mulai surut maka Nuh melepas burung untuk mengetahui apakah air sudah surut atau belum. Pertama-tama ia melepas burung gagak dan burung itu tidak kembali. Setelah itu ia melepas burung merpati dan burung merpati itu kembali. Tujuh hari kemudian ia melepas burung merpati yang kedua dan burung itu kembali dengan membawa setangkai zaitun yang segar. Tujuh hari kemudian ia melepas merpati ketiga dan merpati itu tidak kembali. Ini semua adalah gambaran yang indah dari Roh Kudus.
Gagak adalah gambaran kuasa iblis. Gagak tidak kembali karena ia suka dengan mayat/bangkai demikian juga iblis, ia datang untuk membawa kematian.
Merpati pertama berbicara Roh Kudus pada jaman (Allah) Bapa. Roh Kudus diberikan kepada hamba-hamba Tuhan tetapi sifatnya tidak menetap. Merpati ke dua berbicara Roh Kudus pada jaman Anak. Ia kembali dengan membawa daun zaitun segar yang merupakan lambang perdamaian, yang berbicara tentang Tuhan Yesus. Ia kembali kepada Bapa setelah menyelesaikan tugas pendamaian di atas kayu salib Golgota. Dan merpati yang ketiga adalah gambaran Roh Kudus pada jaman gereja. Roh Kudus dicurahkan kepada gereja dan sampai saat ini belum kembali kepada Bapa. Kini kita, gereja Tuhan adalah bait (rumah) Roh Kudus (I Kor.3:16  6:19).

3. Matius 3: 16-17
Waktu Yesus dibaptis, ketika Ia keluar dari air, Roh Kudus turun dalam rupa burung merpati. Dan ini adalah satu tanda yang penting yang menandakan bahwa Yesus adalah Anak Allah, Pembaptis dengan Roh Kudus (Yoh. 1:32-34)

Lalu apa kelebihan dari seekor burung merpati ?
1. Tulus. Mat.10:16
Merpati adalah seekor burung yang tulus dan ketulusannya terlihat dari sifatnya yang setia pada pasangannya. Meskipun ia terbang kesana kemari ia tetap kembali kepada pasangannya. Ingatlah bahwa Roh kudus yang ada di dalam kita adalah Roh yang tulus sebab itu kita pun sebagai suami-istri harus setia terhadap pasangan kita masing-masing.
Ada 3 pengertian kata “tulus” (“akeraios”) :
- Unmixed : murni, tidak tercampur dan tidak ada kekotoran di dalamnya
- Innocent : polos, tidak berdosa (seperti anak kecil)
- Harmless : tidak berbahaya. Orang yang tulus tidak berbahaya.
Kiranya Roh Kudus menolong kita menjadi orang yang tulus, kasih kita tulus, pelayanan kita tulus, tidak memiliki motivasi-motivasi yang lain dan inilah yang Tuhan cari! (Roma 16:19  Fil.2:15)

2. Lembut dan tenang
Burung merpati jantan dan betina mengerami telurnya bersama dan memberi makan anak-anaknya bersama-sama.Orang yang dikuasai Roh Kudus memiliki sikap hati yang lemah lembut, seperti Tuhan Yesus (Mat.11:29) . Dan lawan dari roh yang lemah lembut adalah roh yang keras dan kasar. Seringkali kita menilai kelembutan hanya dari luar saja. Lemah lembut bukan hanya tampak di luar tetapi yang terutama kelembutan ini berbicara tentang sikap hati, sikap hati yang dapat menerima setiap perlakuan Allah pada dirinya dengan kerelaan hati dan tidak berbantah-bantah. Seperti Tuhan Yesus yang menyerah kepada kehendak Bapa sampai di kayu salib.

3. Suka damai
Merpati dipakai sebagai lambang perdamaian, Roh Kudus adalah Roh yang suka damai karenanya sebagai anak-anak Tuhan kita juga harus suka damai. Dalam Amsal 4 kali dicatat tentang istri yang pemarah (Ams. 21:9 ; 21:19 ; 5:24; 27:15). Sebagai istri ataupun suami di dalam Kristus kita mau menjadi orang yang suka damai sebab ada masa depan pada orang yang tulus, jujur dan suka damai (Mzm. 37:37).

Dalam kitab Kidung Agung banyak ditulis kata merpati, mempelai pria dan wanita saling memuji dengan sebutan “merpatiku”. Artinya apa? Kita gereja Tuhan dan Roh Kudus adalah sepasang merpati, sepasang kekasih. Roh Kudus adalah merpati surga dan kita adalah merpatinya Tuhan, karenanya kita mau setia dan memiliki hati yang rindu untuk selalu dekat dengan Roh Kudus.
Biarlah kita seperti merpati yang setia dan tulus walaupun terbang jauh namun selalu pulang ke kandang. Kandang ini berbicara juga tentang rumah kita di dunia tetapi juga rumah kita yang terakhir di mana ada Kekasih kita yang menunggu kita di sana. (ME)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com