Kamis April 17 , 2014

Kemenangan Orang Percaya

 

Pdt. Simon Kostoro
Minggu, 18 November 2012

Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. 2 Korintus 10:3-4

Kita selama masih hidup di dunia pasti akan menghadapi masalah dan kesulitan yang juga dihadapi orang lain. Tetapi sebagai orang percaya kita lain dengan orang dunia dalam menghadapi masalah. Orang dunia menghalalkan segala cara untuk menyelesaikan masalah, tetapi kita memakai cara-cara Firman Tuhan. Apa rahasia kemenangan kita atas segala permasalahan yang kita hadapi?

Rahasia kemenangan kita:

1. Urapan Roh Kudus (Mzm. 20:7-9)
Firman Tuhan berkata, Tuhan memberi kemenangan kepada orang-orang yang diurapiNya. Apakah urapan Roh Kudus itu? Bagaimana urapan Roh Kudus itu? Bagaimana kita tahu kalau kita diurapi?
Urapan Roh Kudus adalah:
- Kasih karunia Allah atas diri seseorang dalam bentuk pencurahan/lawatan/jamahan Roh kudus dalam diri orang tersebut (Kis. 10:38).
Kasih karunia Tuhan sangat banyak tetapi ini khusus dengan bentuk lawatan dalam diri seseorang. Gereja harus kembali kepada urapan Roh Kudus karena tanpa Roh Kudus kita tidak bisa berbuat apa-apa. Yesus sebelum memulai misiNya mendapat urapan Roh Kudus di padang gurun sehingga sekembalinya dari padang gurun, Ia datang dengan kuasa. Setiap nabi/raja sebelum memulai tugasnya selalu diurapi dengan minyak. Minyak merupakan lambang pengurapan Roh Kudus dalam Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Baru, Roh Kudus yang menjamah dan memenuhi kita secara langsung.

- Bukti penyertaan/keberpihakan Tuhan pada orang tersebut yang memampukan dia untuk melakukan tugas di luar batas kesanggupannya (Mzm. 60:14).
Banyak hal-hal yang kita hadapi yang melampaui kekuatan kita, kita perlu urapan Roh Kudus sehingga kita mendapat kemenangan yang gilang gemilang. Contoh Daud mengalahkan Goliat di 1Sam. 17. Mengapa Daud mampu mengalahkan Goliat yang begitu besar dan perkasa? Karena di pasal 16 Samuel telah mengurapi Daud dengan minyak dan sejak saat itu berkuasalah Roh kudus atas Daud. Inilah kunci kemenangan Daud, bukan karena keperkasaan Daud. Jika kita diurapi, kita juga akan mendapat kemenangan gemilang seperti Daud.

Bagaimana cara menerima urapan? Tidak ada cara lain kecuali kita mengadakan waktu, ber “Saat Teduh” dengan Tuhan, menyendiri, melepaskan semua kebanggaan dan merendahkan diri meminta urapan Roh Kudus maka Tuhan Yesus akan mengurapi kita.

2. Iman kita (1Yoh. 5:4-5)
Iman kita adalah kunci kemenangan. Apakah iman itu? Iman ialah percaya kepada perkataan Tuhan/Firman Tuhan (Kis. 27:25), bukan percaya pada diri sendiri (sugesti) apalagi percaya kepada orang lain. Iman bisa menghasilkan kemenangan apabila disertai dengan ketaatan dalam bentuk perbuatan/tindakan iman (Yak. 2:17). Kita sering berhenti  hanya dipercaya padahal percaya tanpa perbuatan adalah nol.
Bangsa Israel sudah sampai di depan pintu gerbang Kanaan, mereka hanya tinggal melangkah, tetapi mereka gagal masuk Kanaan. Mengapa? Karena mereka tidak percaya! Padahal mereka telah melihat kedahsyatan kuasa Tuhan. Lucunya, keesokan harinya mereka nekat masuk menyerbu tanah Kanaan padahal Tuhan melarang mereka. Apa akibatnya? Mereka mengalami kegagalan. Inilah yang seringkali terjadi dalam kehidupan anak-anak Tuhan. Tuhan berkata “maju” tetapi tidak mau maju, ketika Tuhan berkata “jangan maju” kita maju. Iman dan urapan Roh Kudus berhubungan erat. 2Sam. 1:21 merupakan ratapan Daud atas Saul dan Yonatan. Perisai Saul tidak diurapi dengan minyak supaya licin untuk menangkal panah. Perisai berbicara tentang iman dan minyak tentang Roh Kudus. Iman perlu disegarkan dengan urapan Roh Kudus, kalau tidak iman bisa kering dan mati. Kita perlu urapan supaya iman kita hidup dan mendatangkan kemenangan.

3. Perkataan kita (Ams. 18:21, Yak. 1:26)
Perkataan kita juga menentukan kemenangan kita. Perkataan yang bagaimana?
- Perkataan kesaksian, yang memuliakan Allah dan membungkamkan si jahat (Why. 12:11). Kita harus menyaksikan kemurahan dan pertolongan Tuhan dalam hidup kita.
- Perkataan iman, yang membangun, menguatkan, positif, memberi pengharapan, bukan yang melemahkan (Kis. 27:34).
- Perkataan hikmat, yang dapat menyelesaikan perkara-perkara sulit (Ams. 25:11). Seringkali kita kurang tepat dalam berbicara, kita membutuhkan hikmat Tuhan. Lalu bagaimana kita dapat memperoleh hikmat? Meminta kepada TUhan (Yak.1:5-8). Salah satu karunia Roh Kudus yaitu berkata-kata dengan hikmat (1Kor. 12:8).

Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah - Mzm. 23:5
Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru - Mzm. 92:11

Rahasia kemenangan kita sebenarnya hanya Roh Kudus. Mintalah senantiasa urapan yang baru dari Roh Kudus. Tuhan tidak pernah menyediakan minyak yang lama, urapanNya selalu baru bagi kita setiap pagi. (LL)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com