Jumat Juli 25 , 2014

Dalam Hadirat Tuhan

 

Pdp. Daniel Rudianto
Sabtu, 29 September 2012

Dalam Perjanjian Lama hadirat Allah dilambangkan dengan Tabut Perjanjian. Tabut Allah diletakkan di Ruang Maha Kudus di bait Allah (Kel. 25:22).
Ada apa dalam hadirat Tuhan? Di dalam Tabut Allah ada 3 benda yang disimpan yaitu:

1. Tongkat Harun
Tongkat harun bertunas, berbunga, bahkan berbuah ketika di taruh di Tabut Allah (Bil. 17:8). Tongkat yang adalah benda mati namun ketika di taruh di hadirat Allah menjadi hidup dan menghasilkan buah. Demikian juga halnya manusia dari debu tanah yang mati, ketika di hadirat Allah dan dihembusi Roh Allah maka menjadi hidup.
Rahim Sara yang sudah mati dan tidak bisa menghasilkan keturunan, namun karena Abraham dan Sara senantiasa hidup di hadapan Tuhan maka rahim yang mati itu dapat menghasilkan keturunan (Rom. 4:18). Manusia seumpama ranting-ranting pohon anggur yang hanya bisa bertumbuh dan berbuah jika menempel pada pokok anggur yaitu Tuhan Yesus (Yoh. 15:4).
Jika hidup kita sudah mati, rumah tangga kita sudah mati dan tidak ada sukacita lagi namun jika kita mau membawa kehidupan kita, rumah tangga kita dan pekerjaan kita yang sudah mati dalam hadirat Tuhan maka Tuhan akan memulihkan dan menghidupkannya kembali.
Karakter Musa bisa berubah yang semula dari seorang pembunuh menjadi orang yang lemah lembut karena ia setiap hari masuk dalam kemah suci dan bertemu dengan Tuhan muka dengan muka. Jika kita ingin karakter kita diubahkan maka kita harus tinggal dalam hadirat Tuhan.
Ada pelajaran yang penting dari kisah tongkat Harun yang bertunas, sebenarnya ada 12 tongkat yang diletakkan di Tabut Allah, namun mengapa hanya tongkat Harun saja yang bertunas? Ada ribuan orang Israel yang keluar dari Mesir namun mengapa hanya Musa, Yosua dan Kaleb yang berubah dan diselamatkan? Bukan semua orang percaya yang datang beribadah namun hanya orang–orang yang bersungguh-sungguh mencari Tuhanlah yang akan mengalami mujizat Tuhan. Sebab korban orang fasik adalah kekejian di mata Tuhan (Ams. 15:8), karena itu kita mau menghargai ibadah dan sungguh-sungguh mencari Tuhan dengan rendah hati.

2. Manna
Tuhan memerintahkan pada Musa untuk menyimpan Manna di Tabut Allah untuk disimpan turun temurun (Kel. 16:33-34). Manna adalah makanan dari surga yang Tuhan berikan bagi orang-orang Israel (Mzm. 78:23-25), namun Manna tidak dapat bertahan lama dalam waktu satu malam Manna itu akan membusuk (Kel. 16:19-20).
Manna yang seharusnya busuk dalam waktu satu hari namun ketika diletakkan dalam Tabut Perjanjian maka Manna tersebut dapat bertahan selama 40 tahun tetap fresh dan tidak membusuk.
Orang benar akan bertunas, orang yang ditanam di hadirat Allah akan berbuah-buah, pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar (Mzm. 92:13-16). Kaleb di umurnya yang ke 85 tahun namun kekuatannya sama seperti saat Kaleb berusia 40 tahun, oleh sebab Kaleb mengikut Tuhan dengan sepenuh hati.
Raja Daud adalah seorang raja yang menghargai hadirat Tuhan maka saat kematiannya pun ia tetap dalam keadaan yang mulia (1Taw. 29:26). Di dalam hadirat Tuhan segala sesuatu menjadi segar.

3. Loh Hukum 10 Perintah Allah
Selain Tongkat Harun dan Manna di dalam Tabut Perjanjian juga berisi Loh Hukum 10 Perintah Allah (Kel. 25:21).
Segala tulisan yang tertulis itu adalah mati, karena itu loh yang mati itu diletakkan di hadirat Tuhan supaya hidup. Firman Tuhan akan menjadi hidup dalam hadirat Tuhan dan itulah yang akan menginsafkan, mengubahkan, dan menyembuhkan kita.

Kesimpulan :
1. Hadirat Tuhan hanya bisa kita alami dalam doa, pujian penyembahan, dan Firman yang kita lakukan baik di gereja, rumah, atau di mana pun kita berada
2. Tidak semua orang yang berdoa, mendengar Firman dan memuji menyembah Tuhan akan mengalami hadirat Tuhan namun hanya orang yang bersunguh-sunguh melakukannya yang akan mengalami hadirat Tuhan dan menerima mujizat Tuhan.
3. Dalam hadirat Tuhan ada kesembuhan, pemulihan, perubahan, sukacita, mujizat dan segala sesuatu yang kita perlukan.
4. Tinggallah dalam hadirat Tuhan setiap saat!

Karenanya kita mau belajar untuk selalu bersungguh-sungguh dalam beribadah memuji dan menyembah Tuhan, kita mau tinggal dalam hadirat Tuhan agar setiap kehidupan kita yang sudah mati dapat hidup kembali bahkan kita dapat berbuah-buah untuk memuliakan nama Tuhan. (ME)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com