Rabu Oktober 22 , 2014

Kehidupan Pribadi

 

Pdt. Yusak Tjong
Minggu, 2 September 2012

Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar. Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah. 1Korintus 2:1-5

Sangat penting bagi kita untuk memperhatikan  pribadi masing-masing, karena melihat pada jaman ini dan apa yang terjadi, setiap orang bisa terseret kepada hal-hal yang menjerumuskan, yang sesat dan yang bukan dari Roh Kudus.  Kita jangan mengurusi segala sesuatu tentang orang lain tetapi kembali kepada pribadi kita, apakah kita sudah benar-benar selamat, apakah kehidupan kita sudah berubah, bertambah-tambah, makin hari makin dekat kepada Tuhan. Kita harus yakin bahwa kita selamat. Ini sangat penting.
Iblis, roh jahat, kuasa gelap menyerang dari luar tubuh lalu menyerang jiwa pikiran langsung ke roh. Tetapi kehidupan kita dimulai dari dalam, dari roh kita oleh Firman Allah yang mengubah jiwa perasaan, emosi lalu tubuh melakukan perbuatan yang baik.
Dengan hikmat manusia kita tidak dapat membedakan antara roh jahat dan Roh Kudus, kecuali jika kita dekat dengan Allah. Ada 9 karunia Roh Kudus, salah satunya adalah roh menimbang. Kita harus punya roh ini sehingga bisa membedakan ini dari Roh Kudus  atau roh lain, kekuatan Allah atau kekuatan lain. Kita harus mendekatkan diri, memohon belas kasihan Tuhan supaya kita bisa bertahan.
Kita belajar seperti Paulus berkata, tidak mau tahu kecuali salib, dengan iman yang berasal dari kekuatan Roh Kudus dan kekuatan Allah (ay. 2). Kekuatan Allah harus masuk kepada roh setiap pendengar karena Firman itu roh, Allah adalah roh, Roh Kudus adalah roh, manusia makhluk roh, sehingga roh bisa bertemu dengan roh.
Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus - Yud. 1:20. Jadi kita harus membangun diri karena iblis berusaha menghadang kehidupan kita supaya tidak mendekat kepada apa yang dibenci iblis. Oleh sebab itu mari kita sepakat, mengampuni, mendoakan, memberkati supaya kita bisa berdoa.
Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--, supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah. Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang. Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu. Tetapi mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan juga kepada orang-orang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah - 1Pet. 4:1-6. Ay. 4 menyangkut dosa pribadi. Memang hal ini pekerjaan iblis, tetapi penderitaan-penderitaan ini adalah dosa kita sendiri. Tetapi untung ada salib yang menolong, itu sebabnya Paulus berkata kita harus manjaga salib.

Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar - 2Kor. 3: 18. Memang sekarang kita mengalami penderitaan untuk menuju kesempurnaan, dan orang yang melepaskan belenggu serta memutuskan ikatan akan mulai disempurnakan. Gereja Tuhan semakin hari akan menjadi semakin mulia, sampai Yesus datang kembali yang kedua kalinya dan kita akan bertatap muka dengan Allah tanpa selubung lagi. Kita menjadi sempurna seperti Yesus. (LL)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com