Rabu Oktober 22 , 2014

Jangan Dingin Lagi Tetapi Menyala-Nyalalah Bagi Tuhan

 

Pdt. Simon Kostoro
Minggu, 22 April 2012

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Roma 12:11

Dalam terjemahan bahasa Inggris, ayat ini berbunyi demikian, “never let the fire in your heart go out, keep it alive, serve The Lord” (jangan sampai api yang ada di dalam hatimu padam, biarlah tetap menyala dan layanilah Tuhan).
Salah satu tugas penting imam-imam di Perjanjian Lama adalah menjaga supaya api di mezbah Tuhan tetap menyala (Im. 6:12-13). Sepertinya suatu tugas yang sederhana tetapi tidak mudah melakukannya selama 40 tahun menjaga api tetap menyala 24 jam. Perlu kesetiaan, ketekunan, persistensi dan sebagainya. Di dalam Perjanjian Baru, kitalah imam-imam itu (1Pet. 2:9). Kita yang telah ditebus adalah imam-imam Tuhan menurut imamat Melkisedek. Sebagai imam, tugas kita juga sama, menjaga supaya api di mezbah kita jangan sampai padam. Lalu di mana api itu? Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya - Ams. 20:27. Api itu sekarang ada di dalam kita, bukan lagi mezbah yang kelihatan. Mezbah ini jangan sampai dingin apalagi padam. Jika sudah padam, tidak mudah untuk menyalakannya lagi.
Kej. 45:25-28 menceritakan tentang anak-anak Yakub datang kepadanya dengan antusias. Mereka memberi kabar bahwa Yusuf, anak yang dikasihinya, masih hidup bahkan menjadi penguasa di Mesir, tetapi hati Yakub tetap dingin. Suatu keadaan yang bertolak belakang dibandingkan antusias dari anak-anaknya. Inilah keadaan orang yang hatinya sudah dingin. Mengapa api itu dingin? Mungkin karena kekecewaan, dikecewakan Tuhan dan manusia, mungkin karena putus pengharapan, karena doa yang tidak dijawab-jawab dan sebagainya, tetapi seringkali juga karena kesalahan kita sendiri seperti yang dikatakan oleh Ams. 19:3 “Manusia merugikan diri sendiri oleh kebodohannya, kemudian menyalahkan TUHAN atas hal itu”.Pergi ke gereja, melayani Tuhan hanya rutinitas, tidak ada gairah, tidak ada semangat lagi. Jangan sampai hati kita menjadi dingin. Tuhan adalah Tuhan yang mau membakar kita kembali, membuat api kita menyala-nyala kembali!

Ada dua hal yang membuat Yakub bangkit kembali:
1. Ketika ia mendengar perkataan Yusuf
Perkataan yang mana? Perkataan di Kej. 45:9, 10 bahwa Yusuf telah menjadi tuan di Mesir. Demikian juga dengan kita. Yesus, Yusuf kita, setelah bangkit dari kematian juga menjadi Tuan di atas segala tuan, Raja di atas segala raja. “Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi”- Mat. 28:18. Kata “kuasa” dipakai kata “exousia” yang artinya “otoritas.” Segala otoritas kini ada di tangan Yesus. Tetapi bukan hanya demikian, Yesus juga telah memberikan otoritas itu kepada kita, gereja Tuhan (Baca: Yoh. 16:20-24). Kalau begitu apa lagi yang harus kita takutkan, mengapa kita hidup seperti orang-orang yang tidak memiliki pengharapan?

2. Ketika dilihatnya kereta yang dikirim oleh Yusuf.
Yakub yakin, karena kereta itu adalah kereta kerajaan, bukan kereta biasa. Hanya Yusuf yang telah menjadi penguasa yang bisa mengirimkan kereta seperti itu. Yesus yang bangkit juga mengirimkan “kereta” untuk kita. Apa “kereta” itu? “Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini” - Kis. 2:32-33. Tidak lain dan tidak bukan yaitu Kuasa Roh Kudus. Hanya Yesus yang telah bangkit dan yang telah menang yang dapat mengirimkan Roh Kudus kepada kita. Roh kudus sangat penting, ketika kita tidak bisa berbuat apa-apa, Roh Kudus akan menolong kita. Ia bekerja di dalam kita untuk membangkitkan kembali semangat yang patah.

Bagian terakhir dari cerita ini juga tak kalah pentingnya. Kata Yakub: "Cukuplah itu; anakku Yusuf masih hidup; aku mau pergi melihatnya, sebelum aku mati." - Ay. 28. Apa yang kita lihat dari ayat ini? Ada “Tekad/Kemauan”. Jika tidak ada tekad, maka semuanya sia-sia. Jika Yakub tidak mau bangkit, ia tidak akan dapat menikmati kebahagiaan sepanjang sisa hidupnya. Demikian juga dengan kita. Firman dan Roh Kudus sudah diberikan kepada kita namun jika kita tidak mau bangkit, percuma, tidak akan ada perubahan. Sebab itu ayo, bangkitlah!

Lalu untuk apa kita menyala-nyala? Untuk melayani Tuhan dan sesama. Dengan lain kata, untuk menjadi berkat bagi orang lain. Bila hati kita menyala-nyala, maka semua yang kita lakukan memiliki arti. Kita bukan melakukan sebagai sekedar rutinitas, namun kita mengerjakan pekerjaan kita seperti untuk Tuhan. Yesus yang bangkit mengutus kita untuk pergi memberitakan Injil kepada semua orang. Sebab itu bangkitlah untuk melayani Tuhan, melayani sesama, menjadi berkat bagi orang lain, bagi gereja Tuhan sebelum kita dipanggil Tuhan dan percayalah, segala sesuatu yang kita kerjakan itu tidak sia-sia melainkan ada upah yang Tuhan sediakan bagi kita. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia - 1Kor. 15:58. (LL)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com