Minggu November 23 , 2014

Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut! (83)

Di pelajaran yang lalu kita sudah melihat beberapa praktis hidup orang percaya maka berikut ini kita masih tetap akan melanjutkannya dan yang akan kita lihat berikut ini adalah hal-hal yang sangat penting.

Praktis Hidup Anak Tuhan (Ibr. 13:4-6)


Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah. Ibr. 13:4
Ayat ini salah satu ayat yang paling gamblang tentang pernikahan yang berbicara secara eksplisit (jelas) tentang kehidupan seksual di dalam pernikahan. Kita melihat bahwa di akhir jaman ini kehidupan pernikahan, maksudnya kehidupan seksual dalam pernikahan benar-benar sudah rusak! Perselingkuhan, percabulan, perzinahan sudah dianggap biasa! Perceraian menjadi konsumsi sehari-hari bahkan menjadi daya tarik tersendiri. Luar biasa memang kerusakan yang terjadi ini! Namun jangan heran, kalau kita lihat di Alkitab hal itu sudah terjadi sejak waktu yang lampau. Di waktu jaman Nuh, Allah menghancurkan dunia karena keadaan moral dunia yang sudah rusak! “Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi” Kej. 6:12. Pada jaman Abraham, Allah menghancurkan Sodom dan Gomora juga karena dosa seksual, terutama dosa homoseksual! Pada waktu jaman Musa dan Yosua, Allah menghancurkan bangsa-bangsa Kanaan karena mereka menjalankan hidup pernikahan yang rusak. Itulah sebabnya Allah memberikan peraturan-peraturan Taurat tentang kudusnya hidup pernikahan dengan maksud supaya umatNya memiliki cara hidup pernikahan yang lain, yang terpisah dari bangsa-bangsa sekitar mereka, yang kudus (baca Im. 18).

Saudara, seks adalah hal yang sakral dalam koridor pernikahan, namun diluar itu, seks adalah dosa, adalah kejahatan, dan pasti akan dihukum oleh Allah! Di dalam Alkitab The Message ayat ini berbunyi sebagai berikut: “Honor marriage, and guard the sacredness of sexual intimacy between wife and husband. God draws a firm line against casual and illicit sex.” Artinya: “Hormati pernikahan, jagalah (peliharalah) kekudusan hubungan seksual di antara suami dan istri. Allah sangat tegas terhadap seks yang di luar pernikahan (seks gelap).” Sebab itu mari kita jaga baik-baik kekudusan pernikahan kita!

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." Ibr. 13:5

Hal yang kedua yaitu tentang uang. Uang juga adalah hal yang sangat penting yang menentukan kerohanian kita. Memang kerohanian kita tidak diukur dan tidak ditentukan oleh uang namun sikap yang salah terhadap uang dapat menghambat pertumbuhan rohani kita. Uang adalah “alat” sebab itu jangan sampai kita yang “diperalat” oleh uang. Uang disamakan dengan mamon, maka jangan kita yang diperhamba oleh mamon. Tuhan Yesus berkata: “Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi” (Luk. 16:9). Artinya kita yang harus “mempergunakan” mamon dan bukan “dipergunakan” oleh mamon. Dan salah satu rahasia agar kita bisa bebas dari perhambaan mamon  yaitu “Rasa Cukup.” Banyak orang menjadi hamba uang karena selalu dikejar dengan perasaan tidak cukup. Sudah kaya, sudah diberkati, masih merasa kurang terus! Itulah sebabnya kita harus senantiasa ingat kepada janji Tuhan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Cukupkan dirimu dengan apa yang ada padamu!

Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?" Ibr. 13:6

Berkali-kali di dalam FirmanNya Ia menyatakan diri sebagai Penolong yang tidak pernah meninggalkan kita. Terlebih di dalam Perjanjian Baru, lewat RohNya, Ia berkata bahwa Ia tidak pernah meninggalkan kita (Yoh. 14:16-18) maka kita dapat berkata yang dikatakan oleh pemazmur, “TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” Mzm.118:6 Saudara, jika Allah semesta alam menyertai kita, apalagi yang perlu kita takutkan?!! (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com