Selasa Juli 29 , 2014

Dua Tipe Anak Tuhan Akhir Jaman

Pdt. Simon Kostoro
Minggu, 4 Maret 2012

Matius pasal 25 berisi tiga perumpamaan dan ketiganya berkaitan erat dengan akhir jaman karena diucapkan oleh Yesus sehubungan dengan kotbah akhir jaman (ps.24). Ketiga perumpamaan ini memiliki kesamaan yakni menggambarkan 2 keadaan anak Tuhan yang saling bertolak belakang. Mari kita lihat…

1. Lima anak dara yang bijaksana VS lima anak dara yang bodoh (Mat. 21:1-13)
Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima diantaranya bodoh dan lima bijaksana. Yang membedakan mereka adalah, gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelita dan juga minyak dalam buli-buli mereka sedangkan gadis-gadis yang bodoh itu hanya membawa pelita tetapi tidak membawa minyak.
Pelita adalah gambaran dari firman Tuhan, dan minyak adalah gambaran dari urapan Roh Kudus. Pada akhir jaman ini ada gereja yang hanya berbicara Firman namun tidak mementingkan urapan Roh Kudus. Firman tanpa Roh Kudus adalah mati (2Kor. 3:6), dan sebaliknya Roh Kudus tanpa Firman bisa sesat. Pelita dan minyak sama-sama kita butuhkan, karena itu kita memerlukan Firman Tuhan juga urapan Roh Kudus.  Untuk mendapatkan minyak itu kita harus “membeli”, artinya ada harga yang harus dibayar. Apa harganya? LUTUT kita, artinya yaitu dengan doa, pujian, penyembahan bahkan dengan doa puasa. Itulah harga yang harus dibayar untuk mendapatkan urapan Roh Kudus. Dan pesan Firman Tuhan untuk kita semua : “Kalau mau beli, belilah sekarang” Mengapa? Karena kalau tidak kita akan ketinggalan seperti kelima anak dara yang bodoh itu. Apa outcome mereka?

- Yang cerdik masuk ke perjamuan kawin Anak Domba, sedangkan yang bodoh tertinggal di luar.
- Perjamuan kawin Anak Domba erat kaitannya dengan kesempurnaan gereja, di mana gereja digambarkan sebagai pengantin wanita yang telah siap sedia, tidak bercacat cela (Why. 19:6-7,  Efe. 5:27)

2. Hamba yang baik VS hamba yang jahat (Mat. 21:14-30)
Apa yang membedakan hamba yang baik dan yang jahat dalam perumpamaan ini? Hamba yang baik setia dan bertanggungjawab dalam menjalankan talenta yang dipercayakan oleh tuannya, sedang hamba yang jahat tidak setia dan tidak bertanggungjawab. Talenta berbicara tentang segala  yang Tuhan percayakan dalam kehidupan kita, apakah itu bakat, karunia, privilege, kekayaan dan sebagainya. Pertanyaannya disini ialah, sudahkah kita memakainya dengan baik? Lalu apa outcome dari hamba-hamba tersebut?
- Hamba yang baik turut dalam kebahagian tuannya dan yang jahat dicampakkan dalam kegelapan yang paling gelap.
- Kegelapan yang paling gelap berbicara tentang masa 3½ tahun aniaya atau masa pemerintahan Antikris (Mat. 8:12; 22:13). Bandingkan dengan tulah ke 9 yang terjadi di tanah Mesir (Kel. 10:21-23) yaitu kegelapan yang dahsyat sebelum bangsa Israel dibebaskan. Sebelum kedatangan Tuhan Yesus yang ke-II kalinya juga akan terjadi masa kegelapan yang dahsyat, namun orang-orang percaya yang setia dan bertanggungjawab akan diselamatkan.

Karenanya dalam mengerjakan segala sesuatu biarlah kita mau mengerjakannya dengan sungguh-sunggh, seperti untuk Tuhan, sebab dari Tuhanlah kita akan menerima upah.

3. Kambing VS Domba (Mat. 21:31-46)
Pada hari kedatangan Tuhan, Tuhan akan memisahkan antara anak Tuhan “kambing” dan anak Tuhan “domba”. Apa yang membedakan kambing dan domba ini? Yaitu BERBUAT KEBAIKAN kepada saudara-saudaraKu yang paling hina. Siapakah saudara Yesus yang paling hina? Tidak lain ialah sesama orang percaya yang lemah, yang tidak dipandang orang (Luk. 14:14). Yang Tuhan inginkan ialah kita berbuat baik kepada orang-orang yang lemah dengan hati yang tulus, sebab pemberian yang menginginkan balasan tidak dihitung oleh Tuhan. Firman Tuhan berkata jikalau kita mau melakukan kebaikan lakukanlah DENGAN SENYAP (Mat. 6:3-4). Lalu apa yang terjadi dengan kambing dan domba tersebut? Domba masuk dalam hidup yang kekal yaitu sorga, sedangkan kambing masuk kedalam tempat siksaan yang kekal.

Kesimpulan:
Kalau kita lihat, ketiga perumpamaan ini saling berkaitan satu sama lain:
Kesempurnaan gereja --> Masa aniaya 3½ tahun (masa antikris) --> kedatangan Kristus yang kedua kali. Ketiga hal ini adalah hal yang akan terjadi secara berurutan di akhir jaman ini. Artinya apa? Untuk dapat masuk dan mendapat bagian dalam kesempurnaan gereja, diselamatkan dari masa aniaya dan dapat masuk kehidupan yang kekal kita perlu ketiganya, yaitu pengurapan Roh Kudus, setia dan bertanggung jawab terhadap apa yang Tuhan percayakan dan melakukan kebaikan (melayani) pada sesama dengan motivasi yang tulus. Maka pada saatnya kita akan menikmati kekekalan bersama-sama dengan Tuhan sampai selama-lamanya, amen! (ME)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com