Jumat Oktober 24 , 2014

Penyerahan

Pdt. Simon Kostoro
Sabtu, 3 Maret 2012

Pembacaan Alkitab : Mat.19:22-26

Sekilas kita melihat orang muda ini gagal, namun ada sesuatu yg perlu kita pelajari dari orang muda ini, yakni ia merindukan kehidupan yang kekal. Banyak anak Tuhan yang sudah kehilangan visi tentang kehidupan yang kekal. Sayang orang muda ini memiliki konsep yang salah, dalam pemikirannya untuk masuk surga cukup menjadi orang baik. Ternyata untuk memiliki hidup kekal, tidak cukup hanya menjadi orang baik, tetapi harus menjadi orang sempurna (Mat.5:48). Menjadi orang baik itu hukum Torat namun menjadi sempurna itulah Hukum Kerajaan Allah. Jika tuntutan untuk masuk dalam kehidupan kekal adalah sempurna, siapa yang bisa? Bagi manusia memang tidak mungkin tetapi bagi Allah adalah mungkin. Caranya yaitu dengan PENYERAHAN DIRI kepada Allah. Penyerahan diri berarti pasrah 100% kepada maunya Tuhan.
Penyerahan diri sangat penting, sebab tanpa penyerahan diri,
- kehendak Tuhan yang sempurna tidak akan terjadi dalam kehidupan kita
- kuasaNya tidak dapat dinyatakan dengan sempurna dalam kehidupan kita
- Tuhan tidak bisa bekerja lebih jauh di dalam hidup kita
- Kita tidak dapat menerima berkat yang lebih besar dari Tuhan

Contoh penyerahan diri:
1. Abraham menyerahkan Ishak (Kej. 22:1,2 Ibr. 11:17-19)
Allah tahu hati Abraham sangat mengasihi Ishak, justru itulah yang Allah minta. Apakah Allah kejam? Apakah Ia tidak mau anak-anakNya senang? Justru sebaliknya. Ia baik dan Ia mau memberi kesukaan yang sejati dan abadi kepada kita. Ketika Abraham rela menyerahkan Ishak justru ia diberkati dengan luar biasa oleh Tuhan bahkan sampai kepada anak cucu keturunannya. Kadang-kadang Tuhan meminta kita menyerahkan apa yang paling kita kasihi, ketika kita menyerah maka Dia akan menyatakan berkat-berkatNya yang luar biasa

2. Yakub menyerahkan Benyamin (Kej. 43:14)
Terkadang Tuhan membawa kita kepada suatu keadaan dimana mau tidak mau kita harus menyerah sepenuhnya kepada kehendak Tuhan. Ketika Yakub menyerahkan Benyamin untuk dibawa pergi maka ia bukannya kehilangan Benyamin, sebaliknya ia mendapatkan Yusuf yang telah lama hilang itu.

3. Ester menyerahkan nyawanya (Est. 4:14-16)
Ketika umat Allah dalam keadaan genting Ratu Ester diperhadapkan pada situasi yang sulit, apakah ia mau mengorbankan kedudukannya dan nyawanya atau tidak. Awalnya ia mau memakai cara yang aman tetapi Mordekhai (penasihat rohani sekaligus ayah angkatnya) berkata bahwa tidak ada cara lain selain menghadap raja.
Akhirnya setelah ia menyerah…”Kalau terpaksa aku mati biarlah aku mati” Apakah ia mati? Tidak, bahkan ia berhasil untuk menyelamatkan bangsanya

4. Rasul Paulus (Kis. 21:13)
Paulus dihalangi untuk pergi ke Yerusalem namun ia tetap pergi karena ia rela untuk ditangkap bahkan ia rela untuk mati bagi Tuhan. Apakah ia mati? Tidak, rencana Tuhan masih belum selesai. Pemenjaraannya membawa ia ke Roma dan menghasilkan surat-surat penjara.

5. Yesus di Taman Getsemani
Yesus pada waktu berdoa di Taman Getsemani menyerah diriNya kepada kehendak Bapa. Karena penyerahan Yesus maka kita ada sebagaimana kita ada saat ini.

Penyerahan diri sangat dibutuhkan di hari-hari ini dan penyerahan diri adalah tanda kedewasaan rohani (Yoh.21:18). Kalau anda dibawa kepada penyerahan diri berarti iman anda sedang dibawa untuk lebih dewasa. Sebab itu biarlah kita belajar menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan karena kita tahu di balik itu ada berkat Allah yang luar biasa menanti kita, mujizat Allah akan dinyatakan, rencana Tuhan yang sempurna akan dinyatakan dalam hidup kita. Tuhan memberkati! (LL)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com