Kamis Oktober 23 , 2014

Jangan Takut

Pdt. Simon Kostoro
Minggu, 25 Desember 2011

Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka…supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut. Ibrani 2:14-15

Hakekat Natal adalah Allah yang menjadi manusia, Firman menjadi daging di mana Allah Sang Pencipta langit dan bumi mengambil rupa seperti manusia yang terdiri dari darah dan daging. Sang Pencipta menjadi ciptaan, yang “Tidak Terbatas” menjadi terbatas. Itulah Natal!

Apa tujuan dari inkarnasi ini? Salah satu tujuan utamanya ialah membebaskan manusia dari ketakutan. Ketakutan adalah problem manusia yang terbesar.

Beberapa hal tentang ketakutan :

* Ketakutan adalah produk dari dosa
Kata takut pertama kali muncul di taman Eden, ketika manusia jatuh di dalam dosa. Hubungan yang tadinya begitu indah dan akrab, sekarang diliputi dengan ketakutan. Itulah sebabnya sampai sekarang manusia dikuasai oleh ketakutan (takut gagal, takut kehilangan, takut penyakit, takut kematian dan sebagainya).

* Ketakutan itu memperhamba

Manusia akan menyembah/melayani apa yang ia takutkan itulah sebabnya Tuhan tidak mau kita diikat ketakutan karena kita adalah hamba kebenaran.

* Ketakutan adalah lawan dari iman

Ketakutan dan iman tidak bisa bersama. Di mana timbul ketakutan di situ tidak ada iman sebaliknya di mana iman timbul maka ketakutan akan lenyap. Itulah sebabnya sore ini kita mau bangkitkan iman kita!

Allah datang untuk melepaskan kita dari ketakutan, itulah sebabnya di hari Natal ini Allah menyapa kita dengan kata : “Jangan Takut!” Mari kita lihat bersama…

1. Yusuf (Mat. 1:20-23)

Mengapa Yusuf yang dicatat terlebih dahulu? Karena Yusuf adalah kepala keluarga, ia adalah pemimpin, dan seorang pemimpin tidak boleh takut. Yusuf menyimpan ketakutan dalam hatinya. Ia takut menghadapi kenyataan yang ada dan ia mau lari dari kenyataan itu, namun Allah melawat Yusuf dan Ia menyatakan diri sebagai Sang Imanuel (Allah beserta dengan kita). Lihat, waktu kita takut, Allah datang dengan penyertaanNya. Ia senantiasa menyertai kita sampai kesudahan jaman (Mat. 28:20). Dia adalah Alfa dan Omega (Why. 1:17), artinya Ia sudah ada di masa depan kita. Sebab itu kita tidak perlu takut, masa depan kita ada di dalam tanganNya (Mzm. 31:16)  

2. Maria (Luk. 1:30)

Maria punya alasan yang cukup untuk merasa takut. Ia masih gadis yang sedang bertunangan, namun ia harus mengandung dan melahirkan anak. Betapa suatu tugas yang berat! Namun sebelum ia memikul tugas itu Tuhan datang dengan kasih karuniaNya. Lihat, betapa baiknya Tuhan itu, sebelum kita menghadapi masalah dan kesukaran Tuhan sudah memberi kita kasih karunia sehingga kita mampu untuk menanggungnya. Itulah yang dikatakan Tuhan kepada Paulus, bahwa kasih karuniaNya cukup baginya (2Kor. 12:9). Seberapa berat penderitaan yang kita alami, sebesar itu pula penghiburan yang kita terima (2Kor. 1:5). Percayalah, bahwa kasih karunia Allah lebih besar dari masalah dan persoalan kita sehingga kita pasti mampu melewati semua masalah di tahun yang baru ini!

3. Para gembala (Luk. 2:8-11)

Gembala mendapat kejutan dari sorga namun respons pertama mereka ialah ketakutan. Ini bukti bahwa manusia dikuasai ketakutan. (Bandingkan pengalaman murid-murid di Mat. 14:26). Malaikat datang dengan berita kesukaan dan berita kesukaan itu ialah Injil, Firman Tuhan. Di saat kita takut Tuhan datang dengan firmanNya. Daud berkata, di saat ia takut, ia percaya kepada firmanNya dan aku menjadi tidak takut lagi (Mzm. 56:4, 5). Banyak hal yang bisa membuat kita takut, namun ketika kita takut, kita mau kembali kepada Firman Tuhan. Tidak ada cara lain untuk kita bisa menghadapi masalah dan ketakutan kecuali kita kembali kepada Firman Tuhan, berita kesukaan itu!  

Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut!" Rat. 3:57

Natal membuat Allah yang jauh menjadi dekat dan Ia berkata : Jangan takut! Apalagi yang masih Saudara takutkan? Ingat, dalam keadaan apa pun juga Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Ia selalu ada di sisi kita untuk menolong kita. Dialah Allah Imanuel. Sebab itu jangan takut menghadapi hari esok! Allah beserta Saudara semua! Selamat Natal dan Selamat Tahun Baru! (LL)


"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com