Selasa Juli 29 , 2014

Pengenalan Akan Yesus Membuat Kita Bertahan Dalam Penderitaan

Pdt. Fery Palinggi - Beji, Batu
Minggu, 20 November 2011

Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Efesus 3:18-19

Paulus yang dulunya adalah penganiaya jemaat, ketika berjumpa dengan Yesus secara pribadi, ada perubahan besar terjadi dalam hidupnya. Setiap kita harus mengalami perjumpaan dengan Yesus secara pribadi. Paulus sudah mengalami perjumpaan dengan Yesus sehingga ia dapat bertahan dalam setiap persoalan dan permasalahan yang dihadapinya (2Kor. 11:23). Tanpa pengenalan secara pribadi kepada Yesus maka kita tidak mampu bertahan.
Masalah yang datang dalam hidup kita memiliki 2 manfaat yaitu:
1. Meningkatkan iman percaya kita kepada Yesus, makin hari makin berserah kepada Tuhan.
2. Ketika ada orang lain yang mengalami masalah kita bisa menasehati dan menguatkan melalui kesaksian kita.

Tuhan menaruh duri dalam hidup Paulus, 3 kali Paulus berdoa agar duri itu dilepaskan, namun Tuhan berkata cukuplah kasih karuniaKu bagimu, justru dalam kelemahanlah kuasa Tuhan menjadi sempurna (2Kor. 12:7-9). Duri berbicara tentang masalah/persoalan hidup, melalui masalah kita dapat melihat kuasa Tuhan dinyatakan dalam hidup kita.
Ketika Yesus menyampaikan penderitaan yang akan Ia alami, banyak di antara pengikutNya yang mulai undur. Dalam mengikut Yesus akan ada tantangan dan penderitaan yang akan kita alami. Seperti yang Yesus katakan, untuk mengikut Dia kita harus memikul salib. Dapatkah kita bertahan dan tidak undur jika masalah datang? Kita tidak dapat bertahan dengan kekuatan kita sendiri. Jika kita menggunakan kekuatan sendiri maka kita akan jatuh, tetapi kita harus mengucap syukur sebab Yesus selalu memandang kepada kita. Ia begitu mengasihi kita sehingga Ia akan menolong kita dalam pergumulan.
Kita harus memiliki pengenalan akan kasih Yesus, bahwa kasih Yesus itu:
1. Betapa lebarnya kasih Yesus
Betapa lebarnya kasih Yesus, Ia mengasihi kita tanpa batas. Kita adalah orang yang berdosa, tetapi karena kasihNya maka Tuhan mau menolong kita (Yoh. 11:33). Tuhan tahu persis masalah yang kita hadapi dan Ia selalu memberikan pertolongan kepada kita.
Seperti orang buta yang ingin dicelikkan oleh Yesus, demikian juga kita harus memiliki mata yang bisa melihat dengan baik, mata kita harus dicelikkan supaya bisa melihat Yesus. Dengan melihat kepada Yesus, kita dapat tetap bertahan dan percaya walaupun dalam penderitaan. Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang yang senantiasa percaya dan berharap kepadaNya  (Yoh. 11:35).
Imam besar yang kita punya dapat merasakan kelemahan kita. Ketika kita mengalami persoalan, Yesus pun merasakan apa yang kita rasakan dan Ia akan menolong kita tepat pada waktunya (Ibr. 4:15-16). Tuhan akan memberikan kekuatan, pertolongan dan memampukan kita saat menghadapi penderitaan sehingga kita menjadi kagum kepada Yesus dan perbuatanNya yang ajaib.
Sebagai orang percaya kita harus berani menghadap ke tahta kasih karunia Allah. Hanya dengan bertemu secara pribadi dengan Tuhan kita akan mendapat pertolongan tepat pada waktunya. Sebagai orang percaya hidup kita bukanlah kita lagi melainkan Yesus yang hidup dalam kita.
2. Betapa panjangnya kasih Yesus
Panjangnya kasih Yesus mampu menjangkau segala sesuatu. Allah sudah menyerahkan AnakNya yang tunggal untuk menyelamatkan kita maka pemeliharaan dan pertolonganNya adalah ya dan amin (Rom.  8:31-32).
3. Betapa tingginya kasih Yesus
Kasih Yesus tinggi dan tidak dapat dijangkau oleh pikiran kita. Abraham sudah tua dan tidak juga memiliki anak. Ketika ia mendapat anak, Allah memintanya menyerahkan Ishak dan ia taat melakukan perintah Allah. Abraham percaya sepenuhnya bahwa Allah akan menyediakan korban. Kita harus memiliki iman seperti Abraham, kita harus percaya penuh bahwa Tuhan menyediakan segala sesuatu. Kita mau selalu memuji nama Tuhan dan melakukan segala sesuatu untuk kemuliaan namaNya, maka Tuhan yang akan menyediakan segala sesuatu bagi kita (Ef. 3:20). Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata dan apa yang belum pernah kita dengar itulah yang Tuhan sediakan bagi kita, supaya hidup kita tidak bergantung kepada manusia tetapi bergantung pada Tuhan dan kita dapat menjadi saksi Kristus (1Kor.  2:9).
4. Betapa dalamnya kasih Tuhan
Kasih Tuhan sangat dalam. Ketika Tuhan menolong, Ia akan terus menolong dari awal sampai akhir.
Jangan bergantung kepada manusia, berharaplah hanya kepada Tuhan. Apapun masalah yang kita hadapi kita mau tetap bertahan sebab Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin, hari ini dan sampai selama-lamanya, karena itu kita tidak perlu takut, Ia sanggup menolong kita (Ibr. 13:8). (ME)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com