Selasa Juli 29 , 2014

Iman 3G

Pdt. Hardi R. Halim - Makasar
Minggu, 19 Juni 2011

Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini. 1 Tesalonika 4:18
Setiap anak Tuhan harus memiliki perkataan-perkataan ini untuk menghibur orang lain. Apakah perkataan-perkataan ini?
Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan (1Tes. 4:14-17).

Ada kuasa kebangkitan, jangan takut mati asal memiliki iman dan tetap mempertahankan iman itu karena kita akan dibangkitkan. Tidak ada seorang pun yang naik ke surga sebelum kedatangan Tuhan yang ke-2. Yesus akan datang di awan-awan. Orang yang mati dalam Tuhan akan lebih dahulu terangkat. Baru sesudah itu kita orang percaya yang masih hidup akan terangkat.

Jika kita mau ketemu Yesus, diangkat Tuhan bertemu muka dengan muka, harus memiliki iman 3G. Sebelum Yesus bangkit, terangkat ke surga, Tuhan melewati 3G ini. Melewati 3G tidak mudah, caranya adalah:

Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih (1Kor. 13: 8-11).

Nubuat, bahasa Roh, pengetahuan akan lenyap, tapi yang Tuhan perlukan adalah kasih. Iman diperlukan untuk membangun gereja, tanpa pengharapan tidak akan ada iman, tapi karena iman dan pengharapan, orang akan menjadi sombong, maka dari itu yang terbesar adalah kasih. Lewati 3G dan nikmati supaya kita bisa bertemu Yesus.

Apakah 3G ini:
1. Getsemani
Ketika Yesus berkata,” biarlah cawan ini berlalu” dengan “bukan kehendakKu yang jadi melainkan kehendakMu yang jadi,” ada rentang waktu, proses yang cukup lama, sampai Yesus mencucurkan keringat bercampur darah, stress membayangkan apa yang akan dialami untuk menyelamatkan kita.
Untuk bertemu Yesus, tinggalkan sifat kanak-kanak kita. Banyak anak Tuhan yang marah dengan Tuhan karena keinginannya tidak dijawab.

2. Gabata

Gabata ialah kursi pengadilan di mana Pilatus mengambil keputusan benar atau salah (Yoh. 19:13). Yesus tidak salah tapi dipersalahkan. Sebelum Pilatus menghakimi Yesus, istrinya bermimpi dan mengingatkan Pilatus kalau Yesus tidak bersalah. Pilatus berusaha membebaskan Yesus dengan mengeluarkan Barabas, tapi orang Yahudi menghendaki Yesus disalib.
Mungkin kita sering dipersalahkan, mungkin kita merasa salah memilih jodoh, memilih pekerjaan. Tapi tidak ada yang salah. Tetaplah mengucap syukur, lakukan segala sesuatu dengan sukacita, libatkan Yesus ke dalam kehidupan rumah tangga, pekerjaan kita. Tuhan akan menyertai kita, memegang tangan kita dan memberkati kita.

3. Golgota
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya (Yoh. 19:30). Yesus tidak akan mati jika Ia tidak menyerahkan nyawaNya karena Yesus 100% Allah dan 100% manusia.
Serahkan nyawa kita kepada Tuhan supaya kita diberkati. Apa yang menjadi nyawa kita, mungkin pekerjaan, bisnis, kesenangan, waktu kita, bertobatlah dan serahkan semuanya ke dalam tangan Tuhan.  (LL)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com