Minggu Agustus 31 , 2014

Menjadi Pahlawan Yang Gagah Perkasa

Pdt. Hardi R. Halim - Makasar
Sabtu, 18 Juni 2011

Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan! Yeremia 20:11

Firman memiliki 2 pengertian:
1. Logos yaitu ayat yang tertulis, yang kita baca, kita dengar maupun kita hafal
2. Rhema yaitu Firman yang harus menjadi kenyataan. Kita bukan hanya berharap kepada janji Firman tapi menerima janji Firman itu.

Perjanjian Lama yang berisi nubuatan tentang kelahiran Mesias merupakan Logos yang menjadi Rhema di Perjanjian Baru saat kelahiran, kematian dan kebangkitan Yesus.
Iblis banyak memasuki pikiran kita orang percaya dan menggagalkan Rhema sehingga kita tidak bisa menjadi pahlawan. Seperti Gideon, pahlawan gagah berani yang melawan musuh hanya dengan 300 orang tapi didapati berada di pengirikan anggur. Pengirikan anggur merupakan tempat orang yang sudah tua bekerja, bukan tempat orang muda. Gideon bersembunyi di sana karena ketakutannya. Hal yang membuat orang percaya bisa menjadi pahlawan:
1. Siapakah kita di dalam Tuhan:
Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri 1Kor. 6:19
Kita tahu ada Roh Kudus di dalam kita dan kita memiliki kuasa. Yang menjadi permasalahan, “  dan kamu bukan milik kamu sendiri.” Kesalahan kita adalah hidup kita masih milik kita sendiri, bukan milik Roh Kudus. Kita masih mengendalikan Roh Kudus, bukan Roh Kudus yang mengendalikan kita.
Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semuanya mereka mengolok-olokkan aku. Yer. 20:7. Yeremia sebelum ayat 11 itu mengeluh. Jabatannya sebagai nabi Allah membuatnya tertekan. Dia menjadi tertawaan dan diolok-olok orang. Padahal kita semua ada di sini bukan pilihan kita sendiri tapi Allah sendiri yang memilih kita (Yoh. 15:6)
Kita harus menjadi penyembah-penyembah yang benar. Penyembah yang benar akan menyembah dalam roh dan kebenaran. Jadi biarkan Roh Kudus yang memimpin hidup kita sepenuhnya.

2. Apa yang kita punya?
Seorang pahlawan memiliki senjata. Apa yang menjadi senjata kita? Senjata kita adalah nama Yesus. Kalau kita memiliki Roh Kudus, kita harus yakin dengan nama Yesus. Kemanapun, dimanapun, jangan takut karena Yesus bersama dengan kita.
Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu (Yoh. 16:24).
Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita (Kol. 3:17). Kita harus berani melangkah dalam nama Yesus. Ketika kita memulai segala sesuatu dengan Yesus, apa yang tidak pernah kita lihat itu yang Tuhan siapkan bagi kita. Lakukan saja yang penting di dalam nama Tuhan Yesus.
3. Apa tujuan kita?
Paulus berkata dalam Flp. 1:20, Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. Tujuan kita hanyalah untuk memuliakan Tuhan, muliakan Tuhan dengan tubuh kita.
Bagaimana cara memuliakan Tuhan dan mengasihi Tuhan?
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain." Yoh. 15:16-17
Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. 1Yoh. 4:19-21 (LL)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com