Sabtu Oktober 25 , 2014

Kemenangan Yang Pasti di Tengah Ketidakpastian Dunia Ini

Pdt. Dr. Jong Kuk Kim - Korea Selatan
Minggu, 15 Mei 2011

Dunia terdiri dari dua sisi, kekal dan sementara. Tuhan Yesus Kristus yang adalah Roh Kudus selalu memberi kekuatan dalam perjalanan hidup kita. Dia tidak berubah dari sejak awal sampai selama-lamanya. Kasih setia Tuhan tidak pernah berubah walau hati kita selalu berubah. Dunia selalu berubah dan tidak ada kepastian di dalamnya. Orang yang memegang dunia, suatu hari pasti kecewa. Jadi jika kita berpegang dan mengandalkan Tuhan, kita pasti akan mendapat kemenangan.
4 gelombang yang perlu ditempuh manusia :
1. Struggling/perjuangan. Manusia di dunia ini sedang berjuang. Tapi di tengah perjuangan itu tidak semua mencapai sukses. Ada yang gagal lalu stress dan lenyap.
2. Success. Bagi sebagian yang sukses, jangan menganggap kesuksesan itu segalanya. Anak Tuhan yang sukses jangan berhenti sampai di situ, ada tahap selanjutnya.
3. Significant. Kesuksesan kita harus memberi dampak yang besar, menjadi saluran berkat bagi sekitar kita. Kita akan menggoncangkan dunia dengan Kasih Tuhan. Tidak cukup kita menikmati kesuksesan kita tanpa memberi pengaruh kepada dunia karena itu berarti kesuksesan kita palsu.
4. Surrender. Janganlah lupa untuk menyerahkan diri setiap saat kepada Sang Pencipta yang tidak berubah dan selalu memegang kita di sepanjang perjalanan hidup kita.

Yosua 1:1-16
Bangsa Israel saat itu mengalami krisis. Mereka mengalami masa-masa yang begitu berat di bawah Firaun. Mereka selama sekitar 40 tahun mengembara di padang gurun yang penuh dengan tantangan. Bangsa Israel yang mengalami penderitaan selalu dihibur oleh Musa. Mereka hanya memegang satu pengharapan bahwa Tuhan akan memberikan kepada mereka tanah perjanjian yang subur. Mereka akan menang dan mendapat tanah Kanaan yang disediakan oleh Tuhan.
Namun Musa dipanggil Tuhan, mereka kehilangan seorang pemimpin. Bagi Bangsa Israel, peranan Musa begitu besar bagi mereka, dan dia sudah tidak ada lagi. Bangsa Israel sedang mengalami dukacita yang sangat mendalam, mereka seperti kehilangan arah. Tapi Janji Tuhan tidak pernah berubah. Dia pasti menggenapi apa yang dijanjikanNya kepada bangsa Israel.
Di saat-saat kebingungan, bersabdalah Tuhan kepada Yosua (Yos. 1:1-5). Yosua seorang hamba yang setia kepada Musa dan kepada Tuhan. Yosua harus memimpin bangsa Israel yang saat itu sebagian besar wanita dan anak-anak. Secara manusia dia tidak mampu tapi dia mendengar suara Tuhan. Setiap manusia akan mati, dipanggil Tuhan tetapi Allah kita hidup kekal dan Allah yang hidup itulah yang menyertai bangsa Israel, bukan manusia yang bisa mati.
Yesus yang naik ke sorga memberikan Roh Allah kepada kita untuk menolong dan mengajar kita. Tuhan mengasihi kita dan akan membawa kita ke surga yang kekal. Yang perlu kita siapkan adalah keterbukaan hati untuk mendengar suara Tuhan dan Roh Kudus yang akan membantu kita untuk dapat melihat karya Tuhan.
Kita dipakai Tuhan bukan untuk sekedar sukses tetapi dapat menjadi saluran berkatNya. Kesuksesan kita bukan untuk memuaskan diri sendiri melainkan menunjukkan kualitas kasih kita kepada sesama manusia dan membawa mereka menuju surga.

Kunci kemenangan pasti di dalam Tuhan:
1. Keterbukaan mata rohani kita. Apakah kita mampu melihat dan mendengar karya Tuhan yang harus terus dipertahankan melalui doa pribadi, ibadah, mendengar dan merenungkan Firman, memuji dan menyembah Dia. Mata rohani kita harus dapat mengalahkan mata jasmani kita.

2. Keberanian dengan iman berdasarkan janji Tuhan yang kekal. Kita melihat contoh dalam pribadi Yosua.
* Yosua yang hidup dalam krisis mampu mendengar suara Tuhan. Kondisi kita selalu berubah, tetapi kita memiliki Tuhan yang tidak pernah berubah. Dunia memang tidak akan pernah dapat menyenangkan hati kita, tetapi pandang saja kepada Kristus. Rencana Tuhan bagi kita tidak akan pernah berubah dan rencana itulah yang terbaik untuk kita. Janji Tuhan (Covenant) tidak akan pernah tergoyahkan.
* Yosua melakukan aksi (Yos. 1: 7-9). Ia berani memenuhi panggilan Tuhan di dalam ketidakpastian. Allah sendiri yang menghibur, menenangkan dan menguatkan Yosua dalam memenuhi panggilan Illahi dalam hidupnya.
* Yosua memiliki keberanian iman di tengah tantangan (Yos. 1:10). Bangsa Israel saat itu sedang bersedih, dan ada 12 pemimpin dari suku-suku yang mungkin berambisi untuk memerintah. Yosua dengan berani memerintah karena ia mendengar suara Tuhan. Tindakan yang kita lakukan memang penuh resiko namun itulah semangat perwujudan iman kita kepada Tuhan.

3. Persiapan kekudusan. Manusia mengandalkan persiapan dalam melakukan sesuatu hal. Memang kita perlu mempersiapkan diri namun terlebih itu kita harus berserah kepada Tuhan. Orang yang benar-benar dipakai Tuhan akan disiapkan dan disertai Tuhan.  Persiapan terakhir yang harus dilakukan Bangsa Israel adalah menguduskan diri (Yos. 3: 5-6). Orang yang tidak kudus tidak dapat melihat kemuliaan Allah. Tabut Allah harus berjalan di depan. Tabut yang merupakan lambang Roh Kudus itu harus ada di depan dan memimpin kita untuk maju.

4. Kesatuan hati dalam Tuhan (Yos. 1:16-18). Bangsa Israel saat menerima perintah dari Yosua tidak membantah karena mereka melihat Yosua sudah diperlengkapi Tuhan untuk memimpin mereka. Ada ikatan kepercayaan antara Tuhan dengan Yosua dan Bangsa Israel. Persatuan dalam Tuhan ini memberikan kemenangan yang pasti di dalam Tuhan.

Jadi kemenangan yang pasti dalam dunia yang penuh ketidakpastian ini ada di dalam Yesus Kristus. Jadilah pemimpin seperti Yosua di jaman ini. Yosua dipanggil dan diangkat Tuhan, kita pun dipanggil dan diangkat Tuhan untuk memberi pengaruh yang besar dalam dunia bagi Kerajaan Allah. (LL)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com