Kamis Oktober 23 , 2014

Tuhan Adil

Pdt. Siane Tjong
Sabtu & Minggu, 19 & 20 Februari 2011

Sebab TUHAN adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya. Mazmur 11:7

Dalam terjemahan bahasa Inggris dikatakan: “Wajah Tuhan memandang orang yang tulus.” Tulus artinya jujur dan terus terang. Kita sebagai orang percaya seringkali tidak takut kepada Tuhan. Tetapi Tuhan adil, Tuhan hanya memandang kepada orang yang tulus, yang hatinya jujur dan terus terang.


Pemazmur dalam Maz. 73:1-5, 17-20 percaya Tuhan baik kepada orang yang tulus, tetapi dia hampir membuat kesalahan karena cemburu kepada pembual dan orang fasik. Kita pun rasanya tidak terima kalau ada orang yang salah kelihatan benar dan bisa berbuat sesuka hati, tetapi orang yang sungguh-sungguh sepertinya kalah. Mari kita tetap percaya bahwa Tuhan adil, apa pun yang terjadi di dalam hidup kita. Kalau kita marah, sakit hati kepada seseorang, serahkan itu pada Tuhan dan Tuhan sendiri yang akan bertindak, sehingga kita dapat melihat mereka binasa dalam sekejap mata, lenyap habis karena kedahsyatanNya. Memang sulit kita percaya Tuhan adil, tetapi yakin dan percayalah Allah kita adil dan akan bekerja pada orang yang benar-benar tulus kepadaNya.

Orang bisa merasa Tuhan tidak adil karena doa yang tidak dijawab. Mengapa doa kita bisa tidak dijawab?

1. Karena Tuhan sayang kepada kita dan Tuhan tahu pasti apa yang akan terjadi kepada kita.

Yoh. 15:7 sering disalahgunakan oleh orang percaya untuk minta apa saja yang dikehendaki dan akan menerimanya tetapi lupa dengan bagian “jikalau tinggal di dalam Aku.” Tinggal itu bukan hanya sekedar percaya,berbakti, melayani Tuhan tapi berarti berdiam di bawah kaki Tuhan, menunggu Tuhan berbicara, tetap kuat dan kokoh akan janji Tuhan.

Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. 1Yoh. 5:14. Inilah kunci untuk kita percaya Tuhan mengabulkan doa kita. Seringkali orang Kristen tidak berani berdoa biar kehendak Tuhan yang jadi, karena lebih ingin akan keinginannya sendiri, hal ini tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Kalau orang menyerahkan kehendaknya kepada Tuhan, Tuhan pasti memberi yang terbaik. Kita boleh punya cita-cita dan keinginan, tapi semuanya harus berdasarkan kehendak Tuhan.


Contoh: Yesus di Taman Getsemani. Yesus tahu akan mengalami penderitaan. Yesus berkata, kalau boleh cawan ini lalu dariNya, yaitu cawan penderitaan bagi keselamatan manusia. Tetapi bukan kehendakKu melainkan kehendakMu yang jadi. Kehendak Tuhan adalah Yesus harus menderita dan mati di salib. Yesus sangat menderita, hingga Allah mengirim malaikat untuk menguatkan Dia. Yesus berdoa dengan lebih sungguh, keringatnya seperti tetesan darah tapi Yesus menjalani kehendak Bapa hingga akhirnya kita semua yang percaya diselamatkan.


2. Ada dosa yang menghalangi. Kalau kita berdosa, melanggar Firman Tuhan, pasti doa kita tidak dikabulkan


3. Dosa orang lain tapi kita terkena imbasnya (bereaksi terhadap dosa).


Contoh:
- Ada orang tiba-tiba marah kepada kita padahal kita tidak bersalah. Karena kita tidak tahan, kita membalas memaki. Ini membuat kita juga ikut berdosa - Kita bekerja pada majikan yang pelit, maka kita membalas dengan melakukan korupsi, berarti kita juga berdosa.

- Dalam rumah tangga sering terjadi ketidak cocokan, antara suami, istri, anak. Seringkali sifat anggota keluarga menyebabkan kita jatuh dalam dosa, perbantahan, perkelahian, memuncak hingga terjadi perceraian.  

Menjadi orang Kristen tidak semudah yang kita bayangkan. Mengikut Tuhan berarti mau memikul salib setiap hari. Hadapilah kenyataan, jangan lari darinya. Orang yang lari biasanya melakukan hal-hal yang bukan kehendak Tuhan.


Kehendak Tuhan tidak selalu enak bahkan kadang menderita. Tetapi ingatlah, Tuhan tidak mengijinkan pencobaan melebihi kemampuan kita. Kalau kita mendapat pencobaan, berarti Tuhan percaya kita bisa melewatinya. Roh Kudus pasti bekerja dengan luar biasa. Karena itu kita harus penuh Roh Kudus atau dibaptis Roh Kudus. Hanya Roh Kudus yang bisa berbicara dan menguatkan kita.

Belajarlah berjalan menurut FirmanNya, karena Tuhan adil dan Tuhan mengasihi keadilan. Kuncinya hati kita tulus di hadapan Tuhan. Melayani Tuhan dengan  motivasi yang benar, Karena mengasihi Tuhan, bukan karena motivasi yang lain. Sering orang undur dari gereja, pelayanan, doa, karena kecewa kehendaknya tidak dituruti. Namun apa pun yang terjadi tetaplah menurut kehendak Tuhan meskipun itu suatu penderitaan karena kita tidak akan terus menderita, pada suatu saat Tuhan akan mengangkat kita.

Banyak orang berpikir sudah berbuat banyak untuk Tuhan, sudah dipakai Tuhan, tetapi Tuhan katakan tidak kenal. Bukan orang yang berseru “Tuhan Tuhan” saja yang akan diberkati, masuk sorga, tetapi orang yang melakukan kehendak Tuhan (Mat. 7:21-23).

Mari dalam setiap keinginan kita, meskipun hal kecil, bertanyalah kepada Tuhan apakah itu kehendak Tuhan. Itulah yang akan menuntun hidup kita. Akan ada damai dan sukacita meskipun sulit dan kita akan bisa bersyukur. Tuhan itu adil dan tidak membiarkan ketidakadilan. Meskipun kita merasa tertekan, tetapi kalau kita benar di hadapan Tuhan, jangan takut karena Tuhan yang akan membela. (LL)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com