Kamis Oktober 23 , 2014

Penyerahan Total

Pdt. Simon Kostoro

Sabtu, 7 Agustus 2010


Penyerahan total merupakan suatu hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Tetapi, ada kalanya penyerahan total inilah yang diminta Tuhan di dalam kehidupan kita, supaya Tuhan bisa menyatakan kuasa dan mujizatNya. Apa itu PENYERAHAN TOTAL? Penyerahan total itu MELEPASKAN PEGANGAN, kita melepaskan segala yang kita anggap aman dan bersandar sepenuhnya kepada Yesus. Seperti Petrus waktu berjalan di atas air (Mat. 14:22-33), bagaimana dia melepaskan diri dari perahunya, dari teman-temannya, semuanya yang membuatnya merasa aman, dan berjalan di atas air yang sedang bergelora. Dia hanya berjalan berdasarkan Firman Allah dan mujizat terjadi. Jika Petrus masih berada di dalam perahu, Petrus tidak pernah berjalan di atas air dan tidak pernah mengalami mujizat.

BEBERAPA CONTOH PENYERAHAN TOTAL


1. YAKUB (Kej. 42: 36-38; 43:13, 14)
    Ketika Yusuf menjadi raja di Mesir, saat itu sedang terjadi bencana kelaparan, termasuk di negeri di mana Yakub dan anak-anaknya tinggal. Sehingga mereka harus pergi ke Mesir untuk membeli gandum. Sesampainya di Mesir, Yusuf mengenali saudara-saudaranya, tetapi mereka tidak mengenal Yusuf. Singkat kata Yusuf menahan Simeon, dan berkata kepada yang lain, mereka boleh kembali ke Mesir untuk membeli gandum asal membawa saudaranya yang bungsu, yaitu Benyamin. Awalnya Yakub tidak mengijinkan Benyamin pergi, dia memegang erat-erat Benyamin yang menjadi tumpuan kasih sayangnya sejak Yusuf meninggalkan rumah. Namun seiring berjalannya waktu, gandum mereka habis, dan terpaksa mereka harus kembali ke Mesir dan di sinilah terjadi suatu pergumulan. Tadinya Yakub tidak mau melepaskan Benyamin, tetapi akhirnya Yakub menyerah dan mengijinkan Benyamin pergi. Dia berkata, “Jika terpaksa aku kehilangan anak-anakku, biarlah juga kehilangan!” (Kej. 43:13-14). Ada penyerahan total dari Yakub. Benyamin berarti “putra dari tangan kananku,” gambaran dari kekuatan manusia. Jika kita masih mengandalkan kekuatan sendiri, masih punya Benyamin-Benyamin, maka Tuhan tidak bisa bebas bekerja. Jika Yakub tidak melepaskan Benyamin, dia tidak akan pernah bertemu dengan Yusuf, dan kemungkinan akan mati kelaparan. Tetapi ketika Yakub melepaskan Benyamin, menyerah total, maka Yakub mendapatkan berkat yang luar biasa, dia bertemu dengan Yusuf, keluarganya dipersatukan kembali, dan menikmati kebahagiaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
meninggalkan rumah. Namun seiring berjalannya waktu, gandum mereka habis, dan terpaksa mereka harus kembali ke Mesir dan di sinilah terjadi suatu pergumulan. Tadinya Yakub tidak mau melepaskan Benyamin, tetapi akhirnya Yakub menyerah dan mengijinkan Benyamin pergi. Dia berkata, “Jika terpaksa aku kehilangan anak-anakku, biarlah juga kehilangan!” (Kej. 43:13-14). Ada penyerahan total dari Yakub. Benyamin berarti “putra dari tangan kananku,” gambaran dari kekuatan manusia. Jika kita masih mengandalkan kekuatan sendiri, masih punya Benyamin-Benyamin, maka Tuhan tidak bisa bebas bekerja. Jika Yakub tidak melepaskan Benyamin, dia tidak akan pernah bertemu dengan Yusuf, dan kemungkinan akan mati kelaparan. Tetapi ketika Yakub melepaskan Benyamin, menyerah total, maka Yakub mendapatkan berkat yang luar biasa, dia bertemu dengan Yusuf, keluarganya dipersatukan kembali, dan menikmati kebahagiaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

2. ESTER (Est. 4:15, 16)
    Pada saat itu bangsa Yahudi menghadapi krisis besar, mereka dihadapkan kepada kematian. Awalnya krisis tersebut tidak menyentuh Ester, karena ia yang tinggal di istana. Namun pada akhirnya krisis tersebut sampai juga ke istana dan Ester tidak bisa menghindarinya. Kini Ester dihadapkan pada pilihan yang menyangkut hidup mati bangsanya dan dirinya sendiri. Dia harus memilih, tidak berbuat apa-apa karena takut mati atau mengambil resiko menghadap raja Ahasyweros. Apa yang ia pilih? Ester memilih untuk menghadap raja Ahasyweros walaupun resikonya kehilangan nyawanya. Ester berkata, “Kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.” Ia menyerah total. Apa yang terjadi? Ester memperoleh kemenangan, bangsanya diselamatkan, dan dia sendiri hidup, karena Tuhan membela bangsa Yahudi.
...sambungan dari hal 1 (Khotbah Sabtu)...
3. YESUS KRISTUS (Mat. 26:39, 42)
    Secara manusia Yesus tidak mau naik ke kayu salib, sebab Dia tahu apa yang akan Dia alami. Yesus tahu penderitaan salib yang begitu hebat, tidak ada seorang pun yang bisa menanggungnya. Terlebih saat Dia dijadikan dosa, dipisahkan dari BapaNya, adalah sesuatu yang sangat menakutkan. Tetapi Dia menyerah pada kehendak Bapa, “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!" Oleh penyerahan total Tuhan Yesus Kristus, kita beroleh keselamatan.

    Mungkin saat ini anda menghadapi pergumulan dan berbagai masalah dalam kehidupan yang tidak kunjung selesai, atau mungkin anda berdoa untuk suatu mujizat namun doa itu belum juga dijawab, mungkin inilah yang Tuhan kehendaki dari anda yaitu: Penyerahan Total. Tidak mudah memang, tetapi tujukan pandangan rohani kita kepada Yesus, kepada FirmanNya niscaya Tuhan akan memberi kemampuan kepada kita. Sebab itu mari kita berjalan maju dengan mata yang terus memandang kepada Tuhan. Dialah yang memulai iman dan yang menyempurnakan iman kita (Ibr. 12:2). (S)    
  

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com