Kamis Oktober 02 , 2014

Kasih Karunia Allah

Pdt. Dolfie Memah - Bali

Minggu, 30 Mei 2010

Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku......Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa. 1Timotius 1:12-15 

 

      
    Waktu kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan, dan di saat kita mengambil keputusan untuk mengiring Yesus, saat itulah kita akan mengalami sesuatu yang luar biasa, yaitu kita menerima kuasa dari Tuhan. Kuasa ini pada jaman Perjanjian Lama tidak sembarang orang bisa menerima, hanya orang-orang tertentu saja. Tetapi sekarang, pada jaman gereja Tuhan semua orang percaya bisa menerima kuasa tersebut, yaitu dipenuhkan Roh Kudus. Inilah kasih karunia Tuhan yang luar biasa di dalam kehidupan orang percaya. Kasih karunia ini pula yang diterima oleh Paulus (1Kor. 15:8-9), mengapa Paulus menekankan kasih karunia? Sebab kasih karunia dan anugerah Tuhan (sesuatu yang kita terima, sebenarnya tidak seimbang dari yang seharusnya kita terima, artinya terlampau besar) akan diterima oleh semua orang percaya.
    Kasih karunia juga mengandung arti pemberian atau hadiah yang diberikan secara bertahap, semakin lama semakin besar, sampai kita tidak bisa lagi mengukurnya. Jadi, menjadi anak-anak Tuhan tidak statis, begitu-begitu saja. Mengapa Paulus katakan kasih karunia dan anugerahnya akan dipertahankan bahkan digandakan? Paulus yang awalnya bernama Saulus adalah tokoh muda agama Yahudi yang jenius, brilian, otaknya begitu cemerlang, sehingga dihormati dan dikagumi. Karena sangat radikal, dialah yang menjadi otak pembunuhan Stefanus, dia juga menjadi saksi dalam eksekusi pelontaran batu terhadap Stefanus. Dia sangat membenci dan memusuhi Yesus, bahkan pengikut-pengikut Yesus dibunuh. Tetapi apa yang terjadi, ketika dalam perjalanannya ke Damsyik, Tuhan Yesus menampakkan diri kepada Paulus, sehingga dia terjerembab dan menjadi buta. Dalam pikiran Paulus, dia layak menerima hukuman, sesuai dengan hukum torat, mata ganti mata, nyawa ganti nyawa, karena dia telah banyak melakukan kejahatan kepada pengikut Yesus. Di saat dia sudah menyerah dengan apa yang akan diterima, melalui Ananias, Paulus justru dipulihkan, bisa melihat lagi, bukan hanya itu, dia juga dipenuhkan dengan Roh Kudus (Kis. 9:17). Itu sebabnya Paulus katakan dia menerima kasih karunia dan anugerah dari Tuhan. Dia yang sebenarnya harus menerima hukuman, karena dia merasa paling hina, paling jahat, paling kejam, tetapi justru sebaliknya, dia menerima pemulihan yang luar biasa dan penuh dengan Roh Kudus. Sebab kepenuhan Roh Kudus dalam Perjanjian Lama, hanya orang-orang tertentu yang menerimanya, dan itu menjadi impian semua orang Israel. Paulus merasakan menerima anugerah yang begitu besar dalam kehidupannya, yaitu menerima keselamatan. Keselamatan yang dianugerahkan kepada orang percaya inilah yang menjadi bahan penelitian para nabi-nabi (1Pet. 1:10-12). Mereka berpikir, hanya keturunan Abrahamlah yang bisa masuk surga. Bahkan Malaikat pun ingin mengetahui, sebab manusia bukan hanya diselamatkan, tetapi juga dipenuhkan dengan Roh Kudus, sebab sebenarnya hal itu jatahnya para nabi dan orang-orang pilihan Allah.
    Di jaman gereja Tuhan ini, Roh Kudus sudah menjadi hak setiap orang percaya, suatu hal yang heran dan ajaib. Siapa kita ini? Dan siapa Roh Kudus? Kita adalah manusia yang hina, sedangkan Roh Kudus adalah pribadi Allah, tubuh kita yang hina ini bisa mengalami kasih karunia Allah, di mana pribadi Allah turun dan kita jadi kaabah Allah, tempat kediaman Allah. Inilah kasih karunia Allah yang luar biasa.
    Kepenuhan Roh Kudus adalah kerinduan Allah yang paling dalam, sebagaimana kerinduan Allah untuk menyelamatkan orang percaya. Waktu Dia naik ke surga, Roh Kudus dicurahkan kepada setiap orang percaya dan kepenuhan Roh Kudus akan tetap berlaku sampai gereja disempurnakan. Seperti janji Tuhan dalam Yl. 2:28-29, bahwa pada hari-hari terakhir Tuhan akan mencurahkan RohNya. Betapa hebat kasih karunia Allah itu, Dia tidak hanya menyelamatkan, tetapi juga memberikan pribadiNya sendiri, yaitu Roh Kudus. Mengapa kita perlu Roh Kudus? Supaya kita menerima kuasa (Kis. 1:8), sebab saat ini kejahatan semakin merajalela (2Tim. 3:1-4). Kita juga harus mengobarkan kasih karunia Allah (2Tim. 1:6), mengapa kasih karunia Allah perlu dikobarkan? Sebab pada akhir jaman ini terjadi masa-masa yang sukar, menyangkut moral manusia yang merosot, kita akan menghadapi ketakutan dan kecemasan akibat tingkah laku iblis yang juga bekerja dengan luar biasa, yang tidak mungkin ditaklukkan oleh pengetahuan, sebab kekuatan iblis hanya dapat dikalahkan oleh kekuatan dari surga, yaitu kekuatan Roh Kudus. Sebab itu kita harus bersyukur kita telah menerima kasih karunia Allah, kita sudah menerima Roh Kudus dan Roh Kudus yang diberikan kepada kita mampu mengatasi segalanya. (S)

 

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com