Sabtu Oktober 25 , 2014

Kenakanlah Kasih

 

Pdp. Daniel Rudianto
Sabtu, 16 November 2013

Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Kolose 3:14

Kasih adalah satu bagian penting yang harus ada dalam kehidupan orang percaya, yaitu mereka yang hidup sebagai ciptaaan baru dalam Tuhan (Kol. 3:5-13). Alkitab terjemahan Bahasa Indonesia sehari-hari: “Dan yang terpenting, ialah: Kalian harus saling mengasihi sebab kasih itulah yang menyatupadukan Saudara-saudara semuanya sehingga menjadi sempurna”
Kasih juga adalah bagian yang terbesar di antara iman dan pengharapan (1 Kor. 13:13). Beberapa hal yang perlu kita kenali lebih jauh tentang kasih:

1. Tanpa Kasih, semua yang kita lakukan untuk Tuhan dan sesama itu sia-sia (1 Kor. 13:1-3)
Kita bisa beribadah, melayani dan mempersembahkan korban, tapi tanpa kasih semuanya itu sia-sia. Kasih yang dimaksudkan di sini adalah kasih AGAPE, yaitu Kasih yang ada dalam Pribadi Allah. Kasih yang sanggup memberikan nyawa untuk orang lain, kasih yang mampu mengasihi musuh atau orang yang telah menyakitkan hati. Jika dalam hidup dan pelayanan, kita tidak bisa mengasihi orang yang menyakiti hati kita atau musuh kita maka apa yang kita lakukan itu sia-sia saja.
Periksa hati kita, pastikan ada kasih AGAPE di dalamnya sebelum kita melakukan sesuatu untuk Tuhan dan sesama.

2. Kasih AGAPE adalah buah Roh (Gal. 5:22)
Bagi orang yang hidup di luar Yesus, mereka tidak punya kasih AGAPE. Tetapi bagi kita yang percaya kepada Tuhan dan hidup dalam pimpinan Roh Kudus,  kualitas kasih yang ada dalam hidup kita adalah kasih AGAPE. Maka seharusnyalah kita dapat mengasihi orang lain yang menyakiti hati kita.

3. Put on or not? (Kol. 3:14)
Setelah kita ketahui bahwa setiap orang percaya memiliki kualitas kasih dan mampu mengasihi semua orang dengan kasih AGAPE, masalah yang seringkali timbul adalah kita tidak mau mengenakan (put on) kasih itu untuk mengasihi orang yang menyakiti hati kita. Kecenderungan kita adalah mengenakan kasih kepada mereka yang kita kasihi dan memang layak untuk dikasihi, tetapi seringkali kita tanggalkan kasih kepada mereka yang menyakiti hati kita.

Beberapa contoh yang luar biasa tentang kasih dan dapat kita teladani, dapat kita temukan dalam pribadi:
1. Yesus
Yesus selalu mengenakan kasih. Kepada Yudas si pengkhianat, kepada Petrus yang menyangkalNya dan juga prajurit Romawi yang menyalibkanNya, Yesus tetap mengasihi, Yesus tidak pernah berhenti mengasihi orang-orang berdosa. Yesus tidak pernah menanggalkan kasihNya.
2. Yusuf
Yusuf telah disakiti sedemikian rupa oleh saudara-saudaranya. Ketika menjadi penguasa di Mesir, Yusuf punya kesempatan untuk menghukum saudara-saudaranya. Tetapi, Yusuf memilih untuk tetap mengenakan kasih. Yusuf memilih untuk mengampuni dan melupakan perbuatan saudara-saudaranya bahkan memutuskan untuk memelihara dan memperhatikan kehidupan saudara-saudaranya yang sedang mengalami kesulitan.

Dengan hidup saling mengasihi, orang lain bisa mengenal bahwa kita adalah murid-murid Yesus (Yoh. 13:34-35). Kita punya potensi kasih AGAPE, karena itu mari kita kenakan kasih itu, mari kita mengasihi tanpa syarat kepada semua orang di manapun kita berada.  Sebab hanya kasih AGAPE itu yang mengikat, mempersatukan dan menyempurnakan kita gereja Tuhan untuk siap menyambut kedatangan Yesus. (LM)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com